Murid Bawa Granat Palsu ke Dalam Kelas, Ratusan Warga Sekolah Dievakuasi

Pihak berwenang mengatakan bahwa granat yang dibawa murid itu palsu alias tiruan.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-ruang-kelas.jpg
Pixabay
Ilustrasi ruang kelas.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para staf dan ratusan murid di sebuah sekolah di Tomsk, Rusia, harus dievakuasi lantaran ada seorang murid yang membawa granat ke sekolah. Granat itu dibawa saat pelajaran "Dasar-Dasar Keselamatan Hidup".

Menurut surat kabar Izvestia, murid berusia 14 tahun itu mengaku membeli granat tersebut pada awal bulan Januari secara online sebagai sebuah "suvenir".

Pihak berwenang kemudian tiba di sekolah itu dan mengatakan bahwa granat itu palsu alias tiruan.

Murid itu menjelaskan granat yang dibelinya tiba dalam "keadaan yang tidak utuh". Dia memutuskan membawa granat itu ke sekolah dan berharap gurunya bisa memperbaikinya.

Dasar-Dasar Keselamatan Hidup

Mata pelajaran "Dasar-Dasar Keselamatan Hidup" adalah mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah Rusia. Mata pelajaran itu mengajari murid tentang dasar-dasar pertahanan sipil, cara hidup yang sehat, pertolongan dalam peristiwa bencana alam atau teknologi, dasar-dasar bertahan hidup, dan cara melawan perundungan.

Baca: Mantan Presiden Rusia: Kekalahan Rusia di Ukraina Bisa Picu Perang Nuklir

Menteri Pendidikan Rusia Sergey Kravtsov pada bulan November lalu mengatakan pengetahuan tentang latihan militer dasar akan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ini.

"Pelajaran itu di bawah mata pelajaran 'Dasar-Dasar Keselamatan Hidup," kata Kravtsov dikutip dari Newsweek, (21/1/2023). Dia mengatakan para guru akan menjalani pelatihan guna menyiapkan mata pelajaran itu.

Baca: Rusia Diam-Diam Dikhianati oleh Sekutu Dekatnya, Bulgaria

Pengumuman itu dikeluarkan beberapa bulan setelah invasi Rusia ke Ukraina dimulai oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sementara itu, seorang tamu dalam acara televisi Rusia sempat menyebutkan kemungkinan menyiapkan anak-anak untuk berperang seandainya mereka memang harus berperang.

"Kita harus menyiapkan warga kita di sekolah dan di semua tempat karena adanya kenyataan bahwa kita semua harus berdiri di garis yang sama seandainya ada peristiwa seperti itu," kata tamu itu.

Tamu itu mengenakan seragam militer dan diduga berbicara dari daerah Popasna di wilayah Donbas, Ukraina, yang diduduki Rusia.

Dia berujar, "Ini Perang Dunia III. Kita harus bersiap."

Baca: Pesan Taksi untuk Kabur dari Perang, Tentara Rusia Terancam Dibui 15 Tahun

Cuplikan acara TV itu dibagikan di Twitter tanggal 9 Januari lalu oleh Anton Gerashchenko, seorang penasihat pada Kementerian Dalam Negeri Ukraina.

"Para propagandis mengatakan gelombang baru mobilisasi di Rusia seharusnya dimulai kemarin, dan murid sekolah juga harus dilatih untuk bertempur jika mereka harus ke medan perang," kata Gerashchenko.

(Tribunnewswiki)

Baca berita tentang Rusia di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved