TRIBUNNESWIKI.COM - Seorang hakim Mahkamah Agung (MA) Brasil memerintahkan penangkapan Anderson Torres, mantan Menteri Kehakiman dalam pemerintahan Jair Bolsonaro, (10/11/2023).
Perintah itu keluar setelah para pendukung Bolsonaro menyerbu sejumlah gedung pemerintah, termasuk istana presiden, gedung parlemen, dan gedung MA, pada hari Sabtu pekan lalu.
Torres sendiri sudah dilengserkan dari jabatannya. Awal bulan ini dia dilaporkan berada di Florida, Amerika Serikat (AS). Melalui Twitter, dia mengaku akan kembali ke Brasil dan menyerahkan diri ke pengadilan.
Alexandre de Moraes, nama hakim tersebut, juga meminta penangkapan Fabio Augusto Vieira yang menjabat sebagai kepala polisi militer Brasil. Vieira menjadi salah satu dari sejumlah pejabat yang bertanggung jawab melindungi gedung-gedung pemerintah.
Dalam surat perintah penangkapan, Moraes menyinggung kegagalan kedua orang itu dalam memastikan ketersediaan aparat keamanan yang mencukupi. Dia turut menyinggung izin yang diberikan kepada para pendukung Bolsonaro untuk memasuki Ibu Kota Brasilia. Terakhir, dia menyebutkan kegagalan mereka dalam menutup markas simpatisan mantan presiden itu.
Baca: Pendukung Bolsonaro Serbu Gedung Parlemen Brasil, Minta Lula Digulingkan
"Dalam situasi yang sensitif bagi demokrasi Brasil seperti ini, yang di dalamnya terjadi aksi protes antidemokrasi sepanjang hari, dengan pendudukan gedung militer di seluruh negeri, dan di Brasilia, seseorang tidak bisa menggunakan alasan ketidaktahuan ataupun ketidakmampuan," kata Moraes dikutip dari Reuters, (11/1/2023).
Menurut pemberitaan Reuters, terlihat ada polisi di area kediaman keluarga Torres.
Polisi kini memeriksa lebih dari 1.000 pengunjuk rasa yang ditangkap. Dalam aksi mereka, pengunjuk rasa meminta adanya kudeta militer terhadap pemerintahan Presiden Lula da Silva. Lula menang tipis atas Bolsonaro dalam pilpres yang digelar bulan Oktober lalu.
Baca: Jadi Presiden, Lula Berjanji Keluarkan Brasil dari Era Kelam Bolsonaro
Pada hari Selasa, Moraes berjanji akan melawan para "teroris" yang meminta adanya kudeta. Dia juga sedang menyelidiki aksi unjuk rasa simpatisan Bolsonaro yang menurutnya "antidemokrasi".
Dilaporkan ada 527 orang yang ditangkap pada hari Selasa. Adapun jumlah yang dibebaskan pada hari yang sama mencapai 599 orang.
Peristiwa penyerbuan itu mengagetkan pemerintahan Lula yang baru berlangsung satu minggu. Lula menuding pendukung Bolsonaro berushaa menggulingkan demokrasi. Dia juga mempertanyakan alasan militer belum mengecam seruan dari pengunjuk rasa untuk melakukan kudeta.
Bolsonaro sendiri terbang ke Florida dua hari sebelum masa jabatannya berakhir. Pada hari Senin dia sempat berada di rumah sakit karena masalah kesehatan.
Putranya yang menjadi senator, Flavio Bolsonaro, membantah tudingan bahwa ayahnya harus bertanggung jawab atas peristiwa penyerbuan itu.
Baca: Bolsonaro Kalah Pilpres, Pendukungnya Minta Militer Brasil Ikut Campur
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Brasil di sini.