Pendukung Bolsonaro Serbu Gedung Parlemen Brasil, Minta Lula Digulingkan

Pengunjuk rasa menginginkan militer campur tangan demi menggulingkan Silva.


zoom-inlihat foto
Pendukung-Bolsonaro.jpg
SERGIO LIMA / AFP
Para pendukung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro menyerbu gedung parlemen di Brasilia, (8/1/2023).


TRIBUNNESWIKI.COM - Ratusan pendukung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro menyerbu Gedung Parlemen, Mahkamah Agung (MA), dan Istana Presiden Planalto, (8/1/2023).

Aksi itu dilakukan simpatisan Bolsonaro guna memprotes kemenangan Lula da Silva dalam pilpres Brasil. Mereka juga menginginkan militer campur tangan demi menggulingkan Silva.

Bentrokan antara pendukung Bolsonaro dan polisi militer pun tak terelakkan. Sejumlah bangunan di Brasilia dilaporkan rusak karena vandalisme oleh simpatisan politikus sayap kanan itu.

Beberapa pengunjuk rasa memecahkan jendela agar bisa masuk ke Gedung Mahkamah Agung. Polisi kemudian menggunakan granat kejut guna mengatasi aksi ini.

Surat kabar setempat melaporkan bahwa pengunjuk rasa membalas tindakan itu dengan cara melempar sejumlah benda ke arah polisi serta menyulut kembang api.

Gubernur Distrik Federal Ibaneis Rocha mengatakan ada lebih dari 400 orang yang ditangkap karena aksi itu. Mereka disebut telah melakukan "aksi terorisme".

Baca: Jadi Presiden, Lula Berjanji Keluarkan Brasil dari Era Kelam Bolsonaro

"Kami terus berupaya mengindentifikasi [pengunjuk rasa] yang lainnya yang turut dalam aksi teroris sore ini distrik federal," kata Rocha melalui Twitter dikutip dari United Press International. "Kami terus berusaha memulihkan ketertiban."

MA mengatakan aparat keamanan berhasil menguasai kembali gedung MA setelah gedung itu dikepung oleh pengunjuk rasa.

Baca: Bolsonaro Kalah Pilpres, Pendukungnya Minta Militer Brasil Ikut Campur

Lula menjadi presiden setelah mengalahkan Bolsonaro dalam pilpres yang digelar bulan Oktober tahun lalu. Politikus sayap kiri itu menang tipis atas Bolsonaro. Namun, Bolsonaro enggan mengaku kalah dan mengklaim ada kecurangan.

Lula mengecam aksi penyerbuan itu. Dia bahkan menuding Bolsonarp telah mendukung aksi unjuk rasa itu melalui ucapan yang disampaikannya.

"Ini juga tanggung jawab dia (Bolosnaro) dan partai yang mendukungnya," kata Lula dalam pernyataannya.

Bolsonaro membantah tudingan bahwa dia adalah biang kerok aksi itu. Dia juga mengaku selalu mematuhi konstitusi.

"Unjuk rasa yang damai, dalam undang-undang, adalah bagian dari demokrasi," kata dia melalui Twitter.

"Namun, serangan dan serbuan terhadap bangunan publik seperti yang terjadi saat ini .. melanggar aturan," kata Bolsonaro yang saat ini berada di Florida, Amerika Serikat.

Baca: Enggan Mengaku Kalah, Bolsonaro Setujui Transisi Kekuasaan di Brasil

Lula menyebut para pengunjuk rasa sebagai "fasis". "Kalian pasti sudah mengetahui barbarisme di Brasilia hari ini. Orang-orang yang kita sebut fasis, hal paling menjijikkan dalam politik, menyerbu istana dan gedung parlemen. Kami pikir keamanannya kurang," kata Lula.

Dia meminta pelaku aksi itu dicari dan dihukum. "Demokrasi menjami hak mengungkapkan pendapat, tetapi mengharuskan orang-orang untuk menghargai institusi. Apa yang mereka lakukan hari ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah negeri ini."

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Brasil di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Malam 3 Yasinan

    Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor Indonesia
  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved