TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menurut media pemerintah Tiongkok, puncak kasus Covid-19 telah terlewati di sejumlah wilayah di negara itu, (10/1/2023).
Health Times, terbitan di bawah People's Daily, surat kabar resmi Partai Komunis Tiongkok, menyebut laju infeksi Covid-19 di Ibu Kota Beijing dan beberapa provinsi telah turun.
Covid-19 menyebar lebih cepat di Tiongkok setelah negara itu menghentikan kebijakan "nol-Covid" lantara diprotes keras. Tiongkok juga sudah membuka kembali perbatasan pada hari Minggu, (8/1/2023).
Dikutip dari Reuters, kebijakan karantina atau lockdown, serta tes Covid-19 massal, serta berbagai pembatasan membuat pertumbuhan ekonomi Tiongkok menjadi sangat rendah dan memicu ketidakpuasan.
Tiongkok kini tidak lagi menginformasikan data infeksi harian. Selain itu, Tiongkok hanya melaporkan adanya lima kematian atau lebih sedikit dalam sehari sejak kebijakan "nol-Covid" dihentikan. Namun, angka kematian itu diragukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di sisi lain, rumah pemakaman dan rumah sakit justru terlihat penuh. Pakar kesehatan dunia memperkirakan tahun ini akan ada setidaknya 1 juta warga Tiongkok yang meninggal akibat Covid-19.
Baca: Puncak Covid-19 di Tiongkok Disebut Lebih Mematikan daripada di AS
Pada hari Selasa, Health Times menghimpun sejumlah laporan dari pemerintah setempat dan pakar kesehatan di Tiongkok. Menurut Health Times, data itu menunjukkan bahwa puncak kasus Covid-19 kemungkinan sudah terlewati di banyak wilayah.
Baca: Diduga Tiap Hari Ada 9.000 Warga Tiongkok yang Meninggal karena Covid-19
Kan Quan, Direktur Biro Pencegahan dan Pengendalian Pandemi di Provinsi Henan, mengatakan angka infeksi di Henan sudah mencapai hampir 90 persen per 6 Januari 2023. Adapun jumlah pasien di berbagai klinik di Henan mencapai puncaknya tanggal 19 Desember 2022. Kendati demikian, Kan mengatakan jumlah pasien dengan kasus berat masih banyak.
Yin Yong, penjabat Wali Kota Beijing, menyebut Beijing sudah melewati puncak kasus. Sementara itu, Li Pan, Wakil Direktur Komisi Kesehatan Kota Chonqing, mengatakan kota itu juga sudah melewati puncak.
Wilayah lain yang dilaporkan sudah melewati puncak ialah Provinsi Jangsu dan Provinsi Zhejiang.
Sementara itu, Wang Guiqiang, seorang pakar dari Universitas Peking, mengatakan jumlah atau pesentasi pasien dengan kasus Covid-19 berat belum diketahui dengan jelas.
"Masih terlalu dini untuk menyimpulkan persentase keseluruhan pasien Covid-19 yang bergejala berat dan kritis di Tiongkok karena berbagai jenis rumah sakit melaporkan jumlah yang berbeda-beda," kata Wang dikutip dari Reuters.
Baca: Rekor Dunia, Diduga Ada 250 Juta Infeksi Covid-19 di Tiongkok Bulan Ini
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Tiongkok di sini.