Puncak Covid-19 di Tiongkok Disebut Lebih Mematikan daripada di AS

Diperkirakan Tiongkok kini mengadapi 2,42 juta kasus infeksi dan 15.850 kasus kematian per hari.


zoom-inlihat foto
mutasi-v-corona.jpg
CDC
Ilustrasi virus vorona (CDC)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Puncak kasus Covid-19 di Tiongkok diduga lebih banyak memunculkan korban jiwa per hari dibandingkan dengan puncak Covid-19 di Amerika Serikat (AS) dua tahun lalu. Padahal, saat itu vaksin belum beredar luas di AS.

Hal itu disampaikan oleh perusahaan analisis kesehatan asal Inggris bernama Airfinity, (5/1/2023).

Dilansir dari Newsweek, Airfinity memperkirakan Tiongkok kini mengadapi 2,42 juta kasus infeksi dan 15.850 kasus kematian per hari. Diduga sudah ada 192.400 kematian di Tiongkok sejak 1 Desember.

Sementara itu, menurut CDC, kasus kematian di AS memuncak pada pekan 13 Januari 2021, yakni sebanyak 23.387 kasus atau sekitar 3.341 kasus per hari.

Berbasarkan perkiraan Airfinity, angka kematian harian di Tiongkok saat ini mencapai 4,74 kali lebih tinggi dari Tiongkok yang jumlah penduduknya lebih banyak 4,25 kali lipat daripada AS.

Airfinity memperkirakan puncak Covid-19 pertama akan terjadi pada tanggal 13 Januari 2023. Adapun puncak kematian terjadi 10 hari berikutnya, yakni sebanyak 25.000 kasus per hari atau 7,48 kali lipat daripada puncak kematian di AS. Diperkirakan total ada 584.000 kasus kematian sejak awal Desember hingga puncak kematian.

Baca: Diduga Tiap Hari Ada 9.000 Warga Tiongkok yang Meninggal karena Covid-19

Airfinity memprediksi puncak kedua akan terjadi tanggal 3 Maret 2023. Saat itu kasus baru bisa mencapai 4,2 juta per hari. "Kami memperkirakan ada 1,7 juta kematian di seluruh Tiongkok per April 2023," demikian kata perusahaan itu dikutip dari Newsweek.

Baca: Rekor Dunia, Diduga Ada 250 Juta Infeksi Covid-19 di Tiongkok Bulan Ini

Angka kematian di Tiongkok terus naik meski angka vaksinasi diklaim sudah mencapai lebih dari 90 persen.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menyebut adanya "kesenjangan kekebalan". Diperkirakan ada 37 juta warga berusia di atas 60 tahun yang belum menerima dosis penguat. Bahkan, terdapat 28 juta warga berusia di atas 60 tahun yang sama sekali belum divaksin.

Selain itu, jumlah warga berusia di atas 80 tahun yang sudah mendapat dosis penguat baru 40 persen.

"Meski Tiongkok telah memvaksin warganya, kampanye vaksinasi itu dilakukan lebih dari setahun silam, dan vaksinasi penguat hampir setahun yang lalu, dengan kalangan lansia berisiko tinggi yang mendapatkan vaksin penguat sekitar 12 bulan yang lalu," kata Matt Linley, direktur analitik di Airfinity.

Baca: Kasus Covid-19 Melonjak, Krematorium di Tiongkok Dibanjiri Pelanggan

Kendati demikian, Beijing hanya melaporkan sekitar 20 kasus kematian akibat Covid-19 sejak bulan Desember. Bahkan, jumlah kematian resmi sejak awal pandemi hanya 5.259 atau jauh lebih rendah daripada standar global.

WHO menyebut Tiongkok kesulitan melacak penularan Covid-19 secara akurat. Menurut laporan PBB pada hari Kamis, (5/1/2023), Tiongkok sudah melaporkan 218.019 kasus mingguan Covid-19 per 1 Januari 2023.

Sementara itu, salah seorang ahli epidemiologi Tiongkok pada bulan Desember lalu memperkirakan ada sekitar 80 persen warga Ibu Kota Beijing yang sudah pernah terinfeksi.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Tiongkok di sini.

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved