TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jair Bolsonaro masih enggan mengakui kekalahannya dalam pilpres di Brasil.
Selain itu, Bolsonaro juga belum mengucapkan selamat kepada lawannya, Luiz Inacio Lula da Silva, yang dinyatakan menang.
Kendati demikian, politikus sayap kanan itu setuju akan adanya "transisi kekuasaan" di Brasil.
Bolsonaro gagal mendapatkan tiket untuk kembali menjadi presiden. Dia meraup 49,1 persen suara, sedangkan da Silva sedikit lebih banyak, yakni 50,9 persen.
Ciro Nogueira, kepala staf Bolsonaro, mengatakan pihaknya akan memulai transisi ke pemerintahan da Silva. Menurut Mahkamahah Agung Brasil, transisi itu menunjukkan bahwa Bolsonaro sebenarnya sudah mengakui hasil pilpres.
Politikus yang sering disebut sebagai kembaran Donald Trump di Brasil itu belum juga buka suara mengenai kekalahannya. Namun, dia sempat memberikan pidato singkat di istana dan berterima kasih kepada para pendukungnya. Selain itu, dia mengaku akan "terus mengikuti konstitusi".
Baca: Laman Pendukung Bolsonaro Dibajak, Ada Gambar Presiden Brasil Berlidah Ular
"Saya selalu dicap sebagai orang yang antidemokrasi, tidak seperti para penuduh saya, saya selalu mengikuti konstitusi," kata Bolsonaro yang sekarang menjadi petahana, dikutip dari News Sky, (2/11/2022).
Dalam beberapa hari terakhir, para pengemudi truk dan pendukung Bolsonaro lainnya menggelar protes dengan menghalangi jalan-jalan di Brasil. Mereka kecewa dan menganggap pilpres diliputi kecurangan.
Baca: Peringati 200 Tahun Kemerdekaan, Brasil Kembali Dapatkan Jantung Kaisarnya
Beberapa bahkan meminta militer ikut campur agar Bolsonaro tetap berkuasa. Ada pula permintaan agar dewan legislatif dan Mahkamah Agung dibubarkan.
Bolsonaro mengatakan aksi protes tersebut dipicu oleh "kemarahan dan ketidakadilan dalam pemilu".
Sementara itu, da Silva yang dikenal sebagai "Lula" telah berjanji untuk membawa serta kalangan sayap tengah dan sayap kanan yang memilihnya untuk pertama kalinya. Namun, da Silva kemungkinan akan menghadapi oposisi yang keras dari para politikus konservatif.
Da Silva sendiri pernah menjadi Presiden Brasil periode 2003—2010. Dikutip dari France24, Brasil di bawah da Silva cenderung baik lantaran ekonomi Brasil melonjak.
Baca: Singgung Kerusakan Hutan Amazon, Leonardo DiCaprio Diamuk Presiden Brasil
Awalnya, da Silva diperkirakan akan menang telak. Namun, pada pilpres putaran pertama dia mendapatkan 48 persen suara, sedangkan Bolsonaro mendapat 43 persen.
Pilpres putaran kedua pun digelar. Hasilnya, da Silva menang sangat tipis.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Brasil di sini.