TRIBUNNEWSWIKI.COM - David Sacks, pendiri PayPal dan pebisnis asal Amerika-Afrika Selatan, difavoritkan menjadi pengganti Elon Musk sebagai CEO Twitter.
Hal ini diungkapkan oleh BetOnline.ag, sebuah perusahaan judi daring yang bermarkas di Panama. Menurut platform itu, Sacks memiliki peluang 5-2 dalam menggantikan Musk.
Sacks dikenal sebagai teman dekat Musk dan bagian dari "PayPal Mafia". Istilah "PayPal Mafia" merujuk kepada para mantan pendiri dan bos PayPal, sebuah perusahaan jasa keuangan terkemuka.
Selain mendirikan COO Paypal, Sacks juga pernah menjadi CEO aplikasi media sosial bernama Yammer. Aplikasi itu dijual kepada Microsoft tahun 2012 seharga $1,2 miliar.
Sriram Krishnan, seorang pemodal dan podcaster, menduduki posisi kedua dalam daftar orang yang difavoritkan menggantikan Musk. Dia memiliki peluang 7-2. Krishnan dikenal menjadi pembaca acara podcast Aarthi and Sriram's Good Time Show yang memfokuskan teknologi industri.
Baca: Twitter Nonaktifkan Akun para Jurnalis yang Menulis tentang Elon Musk
Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Lex Fridman, seorang ilmuwan komputer Rusia-Amerika, yang memiliki peluang 9-2. Fridman sering berinteraksi dengan Musk di Twitter. Dia juga memberikan saran kepada Musk mengenai cara mengurus platform media sosial itu.
Baca: Twitter Digugat karena Lebih Banyak Mem-PHK Karyawan Perempuan
Dalam Lex Fridman Podcast, dia sempat mengungkapkan ide menjalankan Twitter secara gratis untuk Musk.
"Izinkan saya menjalankan Twitter sebentar. Tidak perlu upah. Memfokuskan teknik yang bagus dan meningkatkan jumlah kasih sayang di dunia ini. Hanya menawarkan bantuan saya," kata dia di Twitter pada hari Senin, (19/12/2022), dikutip dari Newsweek.
Selain tiga orang di atas, beberapa orang juga berpeluang menjadi CEO Twitter. Mereka adalah Hason Calacanis dengan peluang 5-1, Kayvon Beykpour 6-1, dan Kevin Systrom 8-1.
Sejumlah nama itu memiliki peluang jauh lebih besar daripada Jack Dorsey sang pendiri Twitter. Disebutkan bahwa peluang Dorsey kembali menjadi CEO hanya 100-1.
Musk sendiri sudah siap meletakkan jabatannya sebagai CEO karena mayoritas pengguna Twiiter memilih dia lengser. Hal itu diketahui melalui jajak pendapat yang dibuat Musk hari Minggu lalu.
Ada sebanyak 17,5 pengguna Twitter yang ikut dalam jajak pendapat itu. Sebanyak 57,5 persen memilih Musk mundur, sedangkan 42,5 persen memilih dia tetap bertahan.
Twitter memang dilanda banyak kontroversi semenjak diambil alih oleh Musk.
Baca: Setelah Gelar Jajak Pendapat, Elon Musk Pulihkan Akun Twitter Trump
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Elon Musk di sini.