TRIBUNNEWSWIKI.COM - Twitter kembali digugat lantaran melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.
Dalam gugatan terbaru, Twitter dituding mem-PHK lebih banyak karyawan perempuan dibandingkan dengan karyawan laki-laki.
Melansir pemberitaan Reuters, gugatan itu diajukan hari Rabu, (7/12/2022), di pengadilan federal San Fransisco. Disebutkan bahwa Twitter memecat 57 persen dari total karyawan perempuan. Sementara itu, total karyawan laki-laki yang di-PHK mencapai 47 persen.
Menurut gugatan itu, ada perbedaan lebih besar dalam hal pemecatan di bidang teknik. Terdapat 63 persen perempuan yang kehilangan pekerjaannya di bidang teknik, sedangkan jumlah laki-laki yang dipecat di bidang yang sama mencapai 48 persen.
Gugatan tersebut dilayangkan oleh dua wanita yang dipecat oleh Twitter pada bulan November. Mereka menuding Twitter telah melanggar undang-undang federal dan undang-undang California tentang pelarangan diskriminasi jenis kelamin di tempat kerja.
Twitter sendiri belum buka suara mengenai gugatan itu.
Baca: Elon Musk: Twitter Akan Berikan Amnesti untuk Beberapa Akun yang Ditutup
Shannon Liss-Riordan, kuasa hukum penggugat, mengatakan kedua wanita itu "menjadi target" setelah Elon Musk mengakuisisi Twitter. Mereka dipecat terlepas dari kemampuan dan sumbangsih mereka.
Baca: Setelah Lakukan PHK Massal, Elon Musk Minta Karyawan Twitter WFO
Liss-Riordan juga menjadi kuasa hukum karyawan dan mantan karyawan Twitter lainnya. Ada tiga gugatan lain yang ditanganinya. Ketiga gugatan itu dilayangkan di pengadilan yang sama sejak bulan lalu.
Kasus-kasus itu berisi berbagai klaim, termasuk klaim bahwa Twitter memecat karyawan dan kontraktor tanpa pemberitahun awal. Twitter juga dituduh tidak membayar pesangon.
Kemudian, Musk dituduh memaksa para karyawan penyandang disabilitas untuk mengundurkan diri dengan cara melarang mereka bekerja dari jauh (remote) serta meminta karyawan lain bekerja lebih keras.
Setidaknya sudah ada tiga karyawan yang mengajukan gugatan secara terpisah kepada Twitter. Dewan Hubungan Kerja Nasional Amerika Serikat mengklaim mereka menginginkan kondisi tempat kerja yang lebih baik.
Twitter sendiri membantah telah melakukan kesalahan yang disebutkan dalam gugatan itu, termasuk tentang pemberitahuan awal mengenai PHK.
Pada awal bulan November lalu perusahaan media sosial itu memecat sekitar 3.700 karyawan awal bulan November lalu. Ada pula ratusan karyawan yang memilih mengundurkan diri.
Baca: Setelah Gelar Jajak Pendapat, Elon Musk Pulihkan Akun Twitter Trump
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Twitter di sini.