TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama Yudo Margono saat ini hangat menjadi perbincangan masyarakat Indonesia.
Hal in lantaran pria berstatus Laksamana ini menjadi sosok pengganti Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima Tentara Negara Indonesia ( TNI).
Lantas siapa Yudo Margono sebeanrntya?
Berikut Tribunnewswiki rangkum informasi terkait sosok Yudo Margono yang perlu kamu ketahui:
Yudo Margono atau Laksamana TNI H. Yudo Margono, S.E., M.M., C.S.F.A. adalah Panglima TNI baru yang menggantikan posisi Jenderal Andika Perkasa.
Sebelum menjadi seorang panglima, Laksamana Yudo Margono menjabat Kepala Staf Angkatan Laut ( KASAL).
Dia adalah lulusan Akademi Angkatan Laut ( AAL) ke-33 pada 1988.
Baca: Laksamana Yudo Margono Resmi jadi Panglima TNI Gantikan Jenderal Andika Perkasa
Baca: Komjen Pol. (Purn.) Dwi Priyatno
Laksamana Yudo Margono berasal dari keluarga petani.
Laksamana Yudo Margono lahir 26 November 1965.
Ia lahir dari pasangan Gondo Supono (ayah) dan Murtiningsih (ibu).
Yudo Margono berasal dari Matra Laut.
Pria kelahiran Madiun ini menikah dengan AKBP Hj. Veronica Yulis Prihayati.
Pasangan ini dikarunia 3 anak, mereka adalah Novendi Wira Yoga, Ditya Wira Adibrata, dan Noval Wira Abiyuda.
Berikut adalah pendidikan umum yang pernah dijalani oleh Yudo Margono:
- SDN 2 Garon (1977)
- SMPN 1 Balerejo (1981)
- SMAN 1 Mejayan (1984)
- S-1 Manajemen Universitas Krisnadwipayana (2014)
- S-2 Manajemen Universitas Krisnadwipayana (2016)
Pendidikan Militer
- AAL (1988 A)
- Kursus Korbantem (1989)
- Kursus Perencanaan Operasi Amphibi (1990)
- Kursus Pariksa (1992)
- Dikspespa/Kom Angkatan 6 (1992/1993)
- Diklapa ll/Koum Angkatan 11 (1997/1998)
- Seskoal A-40 (2003)
- Sesko TNI A-38 (2011)
- Lemhannas Rl PPRA A-52 (2014)
Baca: Alasan di Balik Jenderal Andika Perkasa Revisi Syarat Tinggi Badan dan Usia Calon Taruna
Baca: Yudo Margono
Awal karier militer Laksamana Yudo Margono menjadi Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 (1988).
Lantas dirinya mendapatkan promosi sebagai Kadep Ops KRI Ki Hajar Dewantara 364, Palaksa KRI Fatahillah 361, Komandan KRI Pandrong 801, Komandan KRI Sutanto 877, sampai Komandan KRI Ahmad Yani 351.
Kemudian Yudo Margono dipromosikan menjadi Komandan Lanal Tual (2004—2008).
Kemudian dia menajdi Komandan Lanal Sorong (2008—2010), Komandan Satkat Koarmatim (2010—2011), dan Komandan Satkor Koarmatim (2011—2012).
Selanjutnya dirinya juga pernah menjadi Komandan Kolat Koarmabar (2012—2014), Paban II Opslat Sopsal (2014—2015), Komandan Lantamal I Belawan (2015—2016), dan Kepala Staf Koarmabar (2016—2017).
Yudo Margono kembali mendapatka promosi sebagai Pangkolinlamil (2017—2018), lalu menjadi Pangkoarmabar (2018), Pangkoarmada I (2018—2019), Pangkogabwilhan I (2019—2020), dan KSAL (2020—Sekarang)
Laksamana Yudo Margono benar-benar membangun kariernya mulai dari bawah.
Kapal perang pertama yang Yudo Margono komandani merupakan KRI Pandrong 801, jenis kapal patroli cepat 58 meter.
Area penugasan Laksamana Yudo Margono pun juga menyebar dari wilayah Indonesia timur ke Indonesia barat.
Bahkan Panglima TNI pengganti Andika Perkasa ini pernah menjadi Komandan Pangkalan TNI AL di Tual, Maluku, dan Sorong, Papua.
Selain pernah menjadi Komandan Satuan Eskorta di Armada Timur TNI AL, Yudo juga menjadi Komandan Latihan Armada Barat TNI AL.
Yudo Margono lantas menjadi Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Belawan dan juga sempat menenggelamkan beberapa kapal pencuri ikan di era Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Nama Yudo Margono mulai dilirik saat dirina menjadi Panglima Armada I.
Saat itu timnya menemukan black box Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, 2018.
Karier Yudo Margono terus melejit dan menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I.
Hal ini merupakan organisasi yang dibentuk saat Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI.
Tugas masing-masing panglimanya menjadi perpanjangan tangan Panglima TNI untuk penggunaan kekuatan TNI.
Di awal tahun 2020, adanya kapal-kapal penjaga pantai China di Laut Natuna Utara membuat nelayan-nelayan Indonesia enggan melaut.
Kala itu Laksamana Yudo Margono selaku Pangkogabwilhan I memimpin pasukan, terutama TNI AL dan TNI AU, untuk mengerahkan operasi siaga tempur dan menjaga wilayah Laut Natuna Utara.
Yudo Margono kemudian diangkat sebagai Kepala Staf TNI AL sejak 20 Mei 2020.
Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ( LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laksamana Yudo Margono mempunyai harta mencapai Rp 17.970.088.086 (Rp 17,9 miliar).
Yudo Margono juga tercatat mempunyai harta bergerak lainnya senilai Rp 365.000.000, serta kas, dan setara kas sebesar Rp 5.524.129.086.
Berikut harta kekayaan Yudo Margono jenis alat transportasi senilai Rp 1.630.000.000:
- Toyota Fortuner seharga Rp 300.000.000,
- Mitsubishi Pajero Sport seharga Rp 310.000.000,
- Toyota Alphard seharga Rp 1.000.000.000
- Dua buah sepeda motor.
Kebanyakan hartanya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 10.450.959.000.
Pria lulusan AAL ini mempunyai 51 properti yang tersebar di beberapa daerah seperti:
- Bogor,
- Madiun,
- Surabaya,
- Sorong,
- Bekasi,
- Tangerang,
- Cirebon.
Yang terbaru, Laksamana Yudo Margono resmi menggantikan posisi Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI.
Seperti yang diketahui Jenderal Andiak Perkasa akan masuk masa purnatugas pada 21 Desember 2022
Pelantikan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilakukan di Istana Negara, Senin (19/12/2022).
Acara pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat negara.
Mulai dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Fadjar Prasetyo, Jenderal Andika Perkasa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman.
Tak hanya itu saja, namun nampak pula Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua Dewan Pengarah Badan Penguatan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri.
Baca: Menghitung Hadiah Uang yang Diterima Argentina Sebagai Juara Piala Dunia
Baca: Jenderal Andika Perkasa Diharap Tegakkan Hukum dalam Kasus Mutilasi 4 Warga Sipil di Mimika
Pelantikan Laksamana Yudo Margono ini mengacu pada Surat Keputusan Presiden Nomor 91/TNI Tahun 2022.
Surat keputusan tersebut berisi tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI yang dibacakan Sekretaris Militer Presiden Laksda TNI Hersan.
Pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo setelah pembacaan Surat Keputusan.
"Sebelum saudara mengucapkan sumpah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, harap dijawab pertanyaan saya. Apakah saudara bersedia diambil sumpah menurut agama Islam?," tanya Jokowi, dikutip dari Kompas.
"Bersedia," jawab Yudo.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan selurus-lurusnya. Bahwa saya dalam menjalankan jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi sumpah prajurit," kata Presiden Jokowi yang diikuti oleh Laksamana Yudo Margono.
Sebelumnya telah diberitakan, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah menyetujui Laksamana Yudo Margono menjadi calon Panglima TNI sebelum adanya acara pelantikan ini.
Keputusan ini keluar setelah adanya fit and proper test Yudo sebagai calon Panglima TNI di tanggal 2 Desember 2022 yang digelar oleh Komisi I DPR.
Lantas Yudo Margono disahkan menjadi Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa pada 13 Desember 2022.
(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)