Jenderal Andika Perkasa Diharap Tegakkan Hukum dalam Kasus Mutilasi 4 Warga Sipil di Mimika

Empat warga sipil di Mimika mejadi korban mutilasi pada 22 Agustus 2022 lalu. Andika Perkasa pun diharap mampu menegakkan hukum dalam kasus itu.


zoom-inlihat foto
Calon-Panglima-TNI-Jenderal-Andika-Perkasa.jpg
Capture YouTube DPR RI
Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPR RI, Sabtu (6/11/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Proses pengusutan kasus mutilasi empat warga sipil di Mimika, Papua, masih terus berlanjut.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pun diharapkan mampu menegakkan hukum yang adil dalam kasus tersebut.

Dalam kasus mutilasi itu, enam prajurit TNI Angkatan Darat dan empat warga sipil telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Panglima TNI untuk menyelenggarakan penegakan hukum secara berkeadilan, para pelaku dihukum dengan menjamin seluruh kebenaran peristiwa tanpa intimidasi dari pihak mana pun,” ujar Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Rivanlee Anandar di Kantor Kontras, Jakarta, Jumat (23/9/2022), seperti dikutip dari Kompas.com.

Rivan pun mendorong Jenderal Andika Perkasa memecat enam prajurit dari institusi TNI.

Tak hanya itu, Rivan menyebut bahwa keluarga korban menginginkan agar semua pelaku, baik sipil maupun militer harus diadili melalui peradilan umum yang terbuka.

“Begitu juga untuk lokasi peradilan, seluruhnya harus diadakan di Timika untuk menjamin akses keluarga korban melihat jalannya persidangan,” imbuhnya.

Baca: Jenderal Andika Perkasa Siap Kerahkan Dokter Forensik Terbaik TNI untuk Otopsi Jenazah Brigadir J

Pihaknya meminta Andika beserta seluruh jajarannya untuk segera melakukan mekanisme korektif secara menyeluruh, terlebih meninjau kembali penurunan atau pergantian pasukan di Papua.

Rivan menilai kasus mutilasi tersebut tidak terlepas dari konsekuensi logis atau pendekatan militer yang sangat kental diterapkan dalam menangani konflik di Papua.

Dia menganggap pendekatan yang dibangun dengan menambah atau mengganti pasukan memperlihatkan tidak ada mekanisme dalam meninjau kembali keberadaan pasukan di Papua.

“Inilah yang membuat situasinya menjadi semakin parah,” ujarnya.

Baca: Kapolres Cimahi Bersumpah di Depan Purnawirawan TNI Soal Transparansi Kasus Pembunuhan Letkok Mubin

Diberitakan sebelumnya, empat warga sipil menjadi korban mutilasi saat hendak membeli senjata api dari pelaku.

Para korban itu berinisial LN, IN, AT, dan AL.

Keempat korban tewas dimutilasi pada 22 Agustus 2022.

Kala itu, pelaku berpura-pura menjual senjata api dan saat korban datang dengan membawa uang Rp 250 juta, mereka dibunuh para pelaku serta dimutilasi.

Mayat korban kemudian dibuang ke Sungai Kampung Igapu, Distrik Iwaka.

Dalam insiden tersebut, polisi berhasil meringkus tiga tersangka berinisial APL alias J, R, dan DU.

Sementara satu tersangka lainnya, yaitu RMH, masih melarikan diri.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved