Putin Disebut Tak Tertarik Lakukan Gencatan Senjata dengan Ukraina

Putin dinilai tak akan bersedia melakukan perdamaian untuk sementara meski hal itu akan bagus bagi Rusia.


zoom-inlihat foto
Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-berpidato.jpg
MIKHAIL METZEL / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato pada forum Valdai Discussion Club di Moskwa, Rusia, (27/10/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Institut Penelitian Perang (ISW) menilai Presiden Rusia Vladimir Putin tidak punya keinginan untuk melakukan genjatan senjata di Ukraina, (3/12/2022).

Bahkan, menurut ISW, Putin tidak akan bersedia melakukan perdamaian untuk sementara meski hal itu akan bagus bagi Rusia.

Dilansir dari NewsWeek, ISW mengatakan Rusia bisa mendapatkan keuntungan dari gencatan senjata. Melalui gencatan senjata itu, Rusia bisa punya waktu untuk memperkuat pasukannya dan mempersiapkan operasi militer yang akan datang.

Terlepas dari itu, menurut ISW, Putin "hanya menunjukkan sedikit ketertarikan akan gencatan senjata seperti itu". Rusia tetap melanjutkan permintaannya yang "setara dengan penyerahan penuh Barat".

Di sisi lain, pasukan Rusia belakangan ini mendapat hasil buruk di Ukraina. Terbaru, mereka bahkan harus mundur dari Kota Kherson.

Putin juga telah memberlakukan kebijakan mobilisasi parsial guna menambah jumlah tentara. Namun, para pakar meragukan bahwa kebijakan itu bakal mendatangkan keuntungan bagi Putin dalam waktu dekat.

Baca: Politikus Rusia Ingin Gunakan Anjing dalam Misi Bom Bunuh Diri di Ukraina

ISW mengatakan bahwa Rusia juga berusaha memanfaatkan keinginan negara-negara Barat untuk menggelar negosiasi. Menurut ISW, hal ini untuk "menciptakan perubahan yang di dalamnya para pejabat Barat merasa terpaksa membuat konsesi terlebih dahulu guna membujuk Rusia ke meja perundingan".

Baca: 9 Bulan Invasi Rusia, Ukraina Kehilangan 13.000 Personel Militer

Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah mengatakan terbuka akan perundingan. Namun, Presiden AS Joe Biden menyebut dia hanya akan berunding dengan Putin jika Putin menunjukkan komitmennya untuk mengakhiri perang.

Ukraina mengatakan pembicaraan hanya bisa terjadi jika Rusia berhenti menyerang dan menarik mundur pasukannya dari wilayah Ukraina. Seperti para sekutunya, Ukraina tidak ingin memberikan konsesi kepada Putin, terlebih lagi pasukan Ukraina telah mendapat banyak keberhasilan dalam serangan baliknya.

Di sisi lain, Rusia menolak pembicaraan dengan AS apabila ada prasyarat pasukan Rusia harus mundur dari Ukraina.

ISW meyakini Rusia sedang memainkan taktik untuk memunculkan persepsi bahwa Rusia "harus dibujuk ke meja perundingan" dan ditawari konsesi awal. Konsesi tersebut misalnya pengakuan adanya aneksasi terhadap wilayah Ukraina dan pembatasan aksi militer NATO dan Barat di Eropa.

Sebelumnya, ISW mengatakan Putin tidak punya ketertarikan untuk melakukan perundingan serius dengan Ukraina. Putin diduga ingin memaksimalkan tujuannya dalam perang di negara bekas Uni Soviet itu.

Baca: Mantan Menteri Ukraina: Elite Rusia Sedang Bahas Cara Gulingkan Putin

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved