Politikus Rusia Ingin Gunakan Anjing dalam Misi Bom Bunuh Diri di Ukraina

Anjing yang digunakan ialah anjing liar yang tidak dimiliki oleh warga.


zoom-inlihat foto
tentara-Rusia-terbakar-Kota-Izium.jpg
JUAN BARRETO / AFP
Kendaraan lapis baja milik tentara Rusia terbakar Kota Izium, Kharkiv, Ukraina timur, (14/19/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viktor Makarov, wakil Partai Komunis Rusia di daerah Oryol, meminta Rusia menggunakan anjing untuk melancarkan serangan bom bunuh diri di Ukraina.

Anjing yang digunakan ialah anjing liar yang tidak dimiliki oleh warga. Kata Makarov, anjing itu bisa "meledakkan tank" di Ukraina.

Pernyataan Makarov itu disampaikan saat sidang Dewan Legislatif dan diliput oleh media lokal bernama Orel Times pada hari Jumat, (3/12/2022). Sebelumnya, Makarov juga meminta anjing-anjing itu untuk dikirim ke Tiongkok.

Kevin Rothrock, editor portal berita Meduza, turut mengabarkan keinginan Makarov itu di akun Twitter miliknya.

"Seorang wakil Partai Komunis di daerah Oryol, Rusia, ingin melatih anjing liar agar berlari ke arah tank Ukraina sebagai pasukan bom bunuh diri," tulis Rothrock, dikutip dari Newsweek.

Baca: 9 Bulan Invasi Rusia, Ukraina Kehilangan 13.000 Personel Militer

Namun, ide Makarov itu kurang disambut baik oleh rekan-rekannya lantaran memunculkan banyak pertanyaan. Sebagai contoh, Oleg Koshelev, Wakil Ketua DPRD Oryol, bertanya tentang kemungkinan anjing-anjing itu tidak menggigit orang. Ada juga pertanyaan tentang biaya perawatan anjing per hari.

Setelah didiskusikan, ide itu tidak diterima.

Baca: Mantan Menteri Ukraina: Elite Rusia Sedang Bahas Cara Gulingkan Putin

Mark Hertling, mantan pejabat militer Amerika Serikat (AS), turut mempertanyakan ide Makarov.

"Tak paham mengapa mereka merasa perlu melatih anjing untuk melakukan hal ini ... mereka saat ini sudah meminta tentara Rusia untuk melakukan hal yang sama," kata Hertling melalui Twitter.

Sementara itu, Rajan Menon, Direktur Program Strategi Besar di Defense Priotities, meyakini ide itu mungkin menjadi bukti bahwa Rusia kini "berjuang sekuat tenaga" agar memenangkan pertempuran di Ukraina.

Belakangan ini Rusia juga diduga ingin memanfaatkan keinginan Barat untuk menggelar perundingan

"Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan percakapan telepon selama 1 jam dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz tanggal 2 Desember, yang di dalamnya Putin secara keliru mengatakan bahwa bantuan keuangan dan militer dari Barat kepada Ukraina memunculkan situasi yang membuat pejabat Ukraina sepenuhnya menolak pembicaraan antara Moskwa dan Kiev dan meminta Scholz untuk mempertimbangkan kembali pendekatan Jerman mengenai perkembangan di Ukraina," demikian laporan dari Institut Penelitian Perang (ISW).

Baca: Rudal di Polandia, Dubes Rusia: Ukraina Ingin Seret NATO ke dalam Perang

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, menyebut Presiden AS Joe Biden menginginkan penarikan pasukan Rusia dari Ukraina sebagai prasyarat untuk melakukan negosiasi. Namun, Peskov berujar bahwa "operasi militer khusus" di Ukraina tetap akan dilanjutkan. ISW sendiri menyimpulkan bahwa Putin tidak benar-benar ingin berunding dengan Ukraina.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved