Qatar: Diperkirakan 400—500 Pekerja Migran Tewas dalam Proyek Piala Dunia

Pejabat Qatar memperkirakan ada 400 hingga 500 pekerja migran yang tewas dalam proyek Piala Dunia.


zoom-inlihat foto
Presiden-FIFA-Gianni-Infantino-saat.jpg
GABRIEL BOUYS / AFP
Presiden FIFA Gianni Infantino saat konferensi pers pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar National Convention Center (QNCC), Doha, (19/11/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hassan al-Thawadi, Sekretaris Jenderal Komite Tertinggi yang menggelar Piala Dunia 2022 di Qatar, memperkirakan ada 400 hingga 500 pekerja migran yang tewas dalam proyek Piala Dunia.

"Diperkirakan sekitar 400 orang," kata al-Thawadi kepada jurnalis Piers Morgan, dikutip dari United Press International, (30/11/2022).

"Antara 400 dan 500. Saya tidak tahu persis jumlahnya, itu jadi hal sedang dibahas."

Morgan kemudian menimpali, "Itu jumlah yang banyak." Al-Thawadi pun setuju dengan pendapat Morgan.

"Satu kematian adalah kematian yang terlalu banyak," kata Al-Thawadi. "Setiap tahun, saya pikir standar kesehatan dan keselamatan di tempat penyelenggaraan meningkat. Setidaknya di tempat kita, tempat penyelenggaraan Piala Dunia yang menjadi tanggung jawab kami.

Dia mengatakan perwakilan serikat buruh telah memuji peningkatan standar keselamatan di tempat proyek Piala Dunia.

Baca: Qatar 2022, Presiden FIFA: Harusnya Eropa Minta Maaf selama 3.000 Tahun

Sebelumnya, Komite Tertinggi melaporkan ada 40 pekerja migran tang tewas, termasuk 3 pekerja yang telah bekerja sejak 2014. Sementara itu, pada tahun 2022 The Guardian melaporkan ada 6.500 pekerja migran yang tewas sejak tahun 2010. Para pekerja itu berasal dari India, Pakistan, Bangladesh, dan Nepal.

Baca: Imbas Lockdown, TV China Sensor Adegan Penonton Tanpa Masker Piala Dunia Qatar

Menurut media Inggris itu, jumlah kematian mungkin lebih besar karena jumlah para pekerja yang tewas dan berasal dari negara-negara lain, seperti Kenya dan Filipina, tidak disertakan.

Perkiraan di atas disampaikan oleh al-Thawadi setelah beberapa badan internasional memberikan tekanan kepada Qatar dan FIFA atas penyelenggaraan Piala Dunia di Qatar.

Sementara itu, Uni Eropa telah mengecam perlakuan dan kondisi kerja yang buruk serta dugaan adanya pelanggaran HAM di Qatar. Uni Eropa telah meminta kedua belah pihak untuk memberikan ganti rugi kepada para pekerja migran dan terus melanjutkan reformasi hak pekerja.

Pada bulan Oktober lalu Human Rights Watch sempat melaporkan bahwa aparat keamanan Qatar menahan kaum LGBT tanpa alasan. Mereka juga diduga diperlakukan buruk.

"Pihak berwenang di Qatar harus mengakhiri impunitas atas kekerasan terhadap kaum LGBT," demikian laporan badan HAM itu.

Baca: Qatar 2022, Suporter Inggris Dilarang Berpakaian seperti Tentara Salib

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Piala Dunia di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved