Keponakan Khamenei Minta Negara Lain Putuskan Hubungan dengan Iran

Farideh Moradkhani yang menjadi keponakan Ali Khamenei mendesal negara-negara di dunia ini untuk memutuskan hubungan dengan Iran.


zoom-inlihat foto
Farideh-Moradkhani-keponakan-Ayatollah-Ali-Khamenei.jpg
The Guadian/YouTube
Farideh Moradkhani, keponakan Ayatollah Ali Khamenei.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Farideh Moradkhani, keponakan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, meminta negara-negara di dunia ini untuk memutuskan hubungan dengan Iran.

Permintaan itu disampaikan Farideh melalui video yang diunggah dua hari setelah dia ditahan. Dalam video itu Farideh menyebut rezim yang berkuasa di Iran saat ini sebagai rezim "pembunuh".

Video itu dibagikan oleh kakak yang tinggal di Prancis, Mahmoud Moradkhani, pada hari Jumat. (25/11/2022). Mahmoud mengatakan Farideh ditangkap pada hari Rabu lalu setelah pergi ke kejaksaan lantaran mendapat panggilan.

Farideh yang dikenal sebagai aktivis HAM mengecam keras "penindasan" di Iran. Dia juga mengkritik masyarakat dunia yang dinilai lamban bereaksi.

"Rezim ini tidak setia kepada prinsip keagamaannya dan tidak memahami hukum atau aturan apa pun, kecuali melakukan pemaksaan dan memempertahankan kekuasannya dengan cara apa pun yang memungkinkan," kata dia dalam video itu, dikutip dari The Guardian.

Baca: Aksi Protes, Tim Sepak Bola Iran Bungkam saat Lagu Kebangsaan Berkumandang

Menurut Farideh, sanksi yang dijatuhkan kepada rezim di Iran atas penindakan kerasnya itu "menggelikan". Dia mengatakan warga Iran ditinggalkan sendiri dalam perjuangan mereka meraih kebebasan. Tidak jelas kapan video itu direkam.

Baca: Balas Jasa, Rusia Disebut Kirim Uang Rp2,2 T & Alutsista Rampasan ke Iran

Farideh yang juga dikenal sebagai insinyur itu masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Ayatollah Khamenei. Namun, dia menentang rezim di Iran dan sebelumnya juga pernah ditahan.

Dalam dua bulan terakhir, Iran dilanda oleh gelombang unjuk rasa yang muncul akibat kematian Mahsa Amini (22). Amini meninggl setelah ditangkap oleh polisi moral Iran. Dia dianggap tidak berpakaian sesuai dengan aturan.

Pihak berwenang di Iran mengatakan Amini meninggal secara wajar akibat penyakitnya. Namun, pihak keluarga yakin bahwa Amini dianiaya.

Aksi unjuk rasa pun muncul di banyak kota di Iran untuk menentang rezim di sana. Sejumlah tokoh masyarakat turut mengungkapkan dukungannya kepada para pengunjuk rasa. Mereka juga ditindak keras oleh pemerintah Iran.

Terbaru, seorang rapper Iran bernama Toomad Salehi (38) didakwa melakukan "korupsi di bumi". Sebelumnya, dia sempat menyatakan dukungannya untuk para demonstran. Salehi terancam hukuman mati.

Baca: 40 Hari Kematian Mahsa Amini, Warga Iran Sambangi Makamnya & Gelar Aksi

Pengadilan di Iran mengatakan, sejak aksi protes dimulai, sudah ada lebih dari 2.000 orang di negara itu yang menjalani proses hukum.

Pekan ini Human Rights Activists News Agency menyebut sudah ada 450 pengunjuk rasa yang tewas. Adapun jumlah aparat keamanan yang tewas dilaporkan mencapai 60 orang. Sementara itu, jumlah pengunjuk rasa yang ditahan berjumlah 18.173 orang.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Iran di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved