Syamsul Anwar

Syamsul Anwar Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah


zoom-inlihat foto
Syamsul-Anwar-113.jpg
TRIBUN PADANG
Syamsul Anwar

Syamsul Anwar Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Syamsul Anwar Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Syamsul Anwar lahir di Natuna, 17 Februari 1956. 

Pada 1989 ia menikah dengan Suryani.

Pria yang akrab disapa Syamsu itu adalah anak kedua dari tujuh bersaudara dan satu-satunya anak laki-laki.

Ayahnya bernama Abbas dan ibunya bernama Maryam.

Syamsul Anwar sejak kecil mendapat bimbingan keagamaan dan dididik dalam suasana semangat religius yang dimiliki kedua orang tuanya dan lingkungan kampungnya.

Pendidikan pertama yang dijalani Syamsul Anwar adalah belajar membaca Al-Qur’an bersama orang tuanya sendiri di rumah sebelum memasuki pendidikan formal. (1)

Baca: Busyro Muqqodas

  • Pendidikan Awal #


Pada saat usia tujuh tahun, pada tahun 1963, Syamsul Anwar dimasukkan oleh orang tuanya ke Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah (MII) di kampung halamannya Midai.

Ia lulus di MII pada tahun 1968.

Setelah duduk di kelas lima, pada tahun 1967 Syamul Anwar masuk Madrasah Muhammadiyah yang diselenggarakan sore hari.

Sehingga sekolahnya dua kali, sekolah pagi di MII dan sekolah sore di Madrasah Muhammadiyah.

Di madrasah sore inilah Syamul Anwar mulai belajar pengetahuan agama secara lebih intensif dari beberapa guru yang sebagiannya lulusan dari Mekah dan sebagian lain dari Thawalib Padang Panjang.

Adapun mata pelajaran yang dipelajari meliputi bahasa Arab, fikih, hadis, tafsir, tarikh dan tulisan Melayu (tulisan bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf Arab).

Pada 1969 ia melanjutkan pendidikannya ke SMPN di kampung halamannya.

Namun, ia hanya beberapa bulan saja di SMP tersebut.

Hal ini karena Syamsul hijrah ke Tanjung Pinang.

Di Tanjung Pinang ia masuk Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN).

Di sekolah ini, dia belajar selama enam tahun sampai tamat kelas enam pada tahun 1974.

Syamsul Anwar pun sudah mampu berbahasa Arab dan membaca kita Arab. (1)

Baca: Hilman Latief

  • Pendidikan Tinggi #


Pada akhir tahun 1974, Syamsul Anwar berangkat menuju Yogyakarta untuk meneruskan kuliahnya.

Atas dorongan guru bahasa Arabnya Ustaz Abu Bakar Ali, Syamsul Anwar masuk Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga pada awal tahun 1975.

Setelah itu, pada tahun 1978 ia memperoleh gelar Sarjana Muda.

Kemudian, pada tahun itu juga ia melanjutkan studi pada tingkat doktoral dengan mengambil Jurusan Pidana dan Perdata Islam dan lulus pada tahun 1981 dengan skripsi berjudul "Asas Kebebasan Berkontrak dalam Hukum Islam."

Selain mengikuti kegiatan kuliah di kampus, Syamsul Anwar juga mengikuti berbagai pelajaran tambahan di luar kampus.

Pada 1975 ia mengikuti kursus pendidikan kader yang diselenggarakan oleh Pendidikan Kader Masjid Syuhada (PKMS).

Tahun berikutnya dia juga ikut serta menjadi pengurus PKMS sebagai Ketua Seksi Bahasa Arab.

Syamsul Anwar juga masih mengikuti pelajaran bahasa Arab privat kepada salah seorang dosen IAIN Sunan Kalijaga yang mahir berbahasa Arab, yaitu Ali Abu Bakar Basalamah (w. 1997).

Pendidikan Strata 2 (S-2) telah diselesaikan Syamsul Anwar di Jurusan Akidah dan Filsafat Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga pada tahun 1991 dengan menulis tesis berjudul "Konsep Negara dalam Dunia Melayu: Kajian terhadap Pemikiran Ali Haji," dibawah bimbingan Prof. Dr. H. A. Mukti Ali.

Pendidikan Strata 2 (S-2) telah diselesaikan Syamsul Anwar di Jurusan Akidah dan Filsafat Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga pada tahun 1991 dengan menulis tesis berjudul "Konsep Negara dalam Dunia Melayu: Kajian terhadap Pemikiran Ali Haji," dibawah bimbingan Prof. Dr. H. A. Mukti Ali.

Oleh INIS selaku sponsor, untuk penelitian guna penyusunan tesis di Leiden ini ditunjuk Prof. Dr. C. Van Dijk selaku supervisor.

Pendidikan S-3 diselesaikan pada tahun 2001 di Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dalam bidang hukum Islam dengan disertasi berjudul "Epistemologi Hukum Islam dalam alMustaṣ fa Karya al-Gazzali."

Disertasi ini sebagian ditulis di Hartford, Connecticut, pada tahun 1997, ketika Syamsul Anwar pada tahun itu mendapat kesempatan mengikuti Sandwich Program dalam rangka studi agama-agama di Hartford Seminary. (1)

Syamsul Anwar
Syamsul Anwar (muhammadiyah.or.id)

Baca: Atalia Praratya

  • Karier #


Syamsul Anwar bekerja sebagai dosen tetap Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, sejak tahun 1983.

Lalu pada 2004 ia diangkat menjadi guru besar.

Selain itu, ia juga didapuk untuk memberikan kuliah pada mahasiswa Pasca Sarjana sejumlah Perguruan Tinggi.

Mahasiswa Pasca Sarjana yang diajar olehnya yakni S2 dan S3 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Program S3 Ilmu Hukum UII, S3 IAIN Ar-Raniry di Banda Aceh, di samping PPS UIN Sunan Kalijaga.

Tidak hanya itu saja, Syamsul juga menjabat sebagai Komisi Fatwa MUI sejak 2005 .. (1)

Baca: Haedar Nashir

 

  • Riwayat Organisasi #


- Majelis Tarjih PWM DI Yogyakarta 1985-1990

- Wakil Sekretaris Majelis Tarjih PP Muhammadiyah 1990-1995

- Wakil Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah 1995-2000

- Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah 2000-2022 (2)

Baca: Abdul Muti

  • Muktamar ke-48 #


Pada Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo Syamsul Anwar masuk dan terpilih menjadi Anggota PP Muhammadiyah.

Ia menempati urutan ke tujuh dengan 1.494 suara. (3)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

 



Nama Syamsul Anwar
Lahir Natuna, 17 Februari 1956.
Riwayat Karir Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah 2000-2022
Pasangan Suryani
   




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved