NATO Gelar Rapat Darurat untuk Bahas Insiden Rudal di Polandia

Rapat itu digelar di markas NATO di Brussels, Belgia, pukul 09.00 GMT dan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.


zoom-inlihat foto
Para-Menteri-Pertahanan-NATO.jpg
KENZO TRIBOUILLARD / AFP
Para Menteri Pertahanan NATO menghadiri rapat yang membahas ketegangan antara Rusia dan negara Barat, di markas NATO, Brussels, Rabu (16/2/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sejumlah delegasi negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan menggelar rapat darurat pada hari Rabu, (16/11/2022), untuk membahas insiden serangan rudal di Polandia.

Rapat itu digelar di markas NATO di Brussels, Belgia, pukul 09.00 GMT dan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

NATO khawatir insiden rudal itu bisa menyeret sejumlah negara Ukraina ke dalam konflik yang saat ini melibatkan Ukraina dan Rusia.

Polandia mengatakan rudal tersebut jatuh di area fasilitas yang digunakan untuk mengurus biji-bijian. Area itu berada di sebuah desa yang berjarak sekitar 6 km dari perbatasan Ukraina.

Negara-negara NATO yang menjadi sekutu Polandia kemudian bertindak cepat dan menyampaikan dukungan.

Baca: Rudal Menghantam Polandia, Joe Biden: Mungkin Bukan dari Rusia

"Reaksi dari sekutu kita, dukungan tegas mereka dan kesediaan untuk berada di pihak kita, memperlihatkan bahwa kita adalah negara yang jauh lebih aman daripada jika tidak tidak menjadi anggota NATO," kata Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Pawel Jablonski kepada radio RMF FM, (16/11/2022), dikutip dari Reuters.

"Sebagai negara yang berbatasan dengan Ukraina, kita mungkin dihadapkan kepada berbagai jenis insiden, termasuk yang tidak disengaja," kata dia menambahkan.

Banyak sekutu Polandia yang menyerukan adanya penyelidikan menyeluruh mengenai asal tembakan rudal itu.

Seandainya rudal tersebut dinyatakan berasal dari Rusia, hal itu bisa memicu seruan untuk memberlakukan kebijakan pertahanan bersama sesuai dengan Pasal 5 yang disepakati anggota NATO. Dalam pasal itu, disebutkan bahwa serangan terhadap salah satu anggota NATO dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia membantah bahwa ada rudal Rusia yang jatuh di wilayah Polandia. Menurut Rusia, laporan serangan rudal seperti itu dijadikan provokasi untuk meningkatkan ketegangan.

Baca: Rudal Menghantam Polandia, Joe Biden: Mungkin Bukan dari Rusia

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengaku tidak memiliki informasi adanya ledakan di Polandia.

"Ada upaya untuk memicu bentrokan militer langsung antara NATO dan Rusia, dan segala akibatnya," kata Dmitry Polyansky, kepala utusan Rusia untuk PBB, melalui kanal Telegram, dikutip dari Reuters.

Adapun Presiden Polandia Andrzej Duda sebelumnya berujar bahwa kemungkinan rudal itu adalah rudal buatan Rusia. Namun, belum ada bukti kuat mengenai siapa yang menembakkannya.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan rudal itu kemungkinan bukan berasal dari Rusia. Kata Biden, AS dan NATO akan menyelidiki rudal itu sebelum mengambil tindakan. 

Baca: Presiden Polandia: Jika Ukraina Dikorbankan, Akan Jadi Bencana Besar bagi Barat

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Polandia di sini.

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved