Umumkan Maju Jadi Capres 2024, Donald Trump Mulai Berkampanye

Di depan ratusan pendukungnya yang berkumpul di Mar-a-Lago, Trump mengumumkan maju sebagai capres AS.


zoom-inlihat foto
Mantan-Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-2.jpg
JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP
Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut para pendukungnya yang menghadiri acara di rumah pribadinya, Mar-a-Lago, (15/11/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah memulai kampanye untuk menyambut pilpres AS 2024.

Di depan ratusan pendukungnya yang berkumpul di Mar-a-Lago, Trump mengumumkan maju sebagai capres AS.

"Demi membuat Amerika hebat lagi, saya malam ini mengumumkan maju sebagai calon Presiden Amerika Serikat," kata Trump, Selasa, (15/11/2022), dikutip dari Reuters.

"Dua tahun lalu kita adalah bangsa yang besar, dan sebentar lagi kita akan kembali menjadi bangsa besar," kata dia.

Dalam pidato yang disampaikannya selama satu jam, Trump juga mengaku akan menghukum mati para gembong narkoba dan mempekerjakan kembali personel militer yang dipecat karena menolak disuntik vaksin.

Pada pilpres 2024, Trump kemungkinan akan melawan rival lamanya, yakni Joe Biden yang kini menjadi petahana.

Biden sendiri memilih menjawab "tidak" ketika ditanya apakah punya tanggapan mengenai pengumuman majunya Trump sebagai capres. Namun, di Twitter, Biden mengkritik rekam jejak Trump selama menjadi orang nomor satu di AS.

Baca: Geram, Trump Sebut Biden Pantas Dihukum dengan Kursi Listrik

Berbeda dengan Trump, Biden belum mengumumkan bakal maju lagi menjadi capres. Namun, pekan lalu dia mengatakan punya keinginan untuk menjadi Presiden AS dua periode. Dia mengaku akan membuat keputusan final awal tahun depan.

Baca: Kasus Mar-a-Lago, Trump Dituding Jadi Teroris Dokumen Rahasia

Trump berupaya menjadi Presiden AS kedua dalam sejarah yang menjabat selama dua periode secara tidak berturut-turut. Jika menang dalam pilpres mendatang, dia akan mengikuti jejak Grover Cleveland.

Dalam survei yang digelar oleh Edison Research menggunakan metode exit poll, 7 dari 10 pemilih dalam pemilu legislatif AS yang digelar bulan ini mengatakan Biden seharusnya tidak maju lagi. Sementara itu, 6 dari 10 pemilih memiliki pendapat negatif tentang Trump.

Ketika menjabat sebagai presiden, Trump mencela nilai-nilai demokrasi. Dia menmpromosikan nasionalisme "America First". Trump juga menampilkan dirinya sebagai pemimpin sayap kanan yang populis.

Selain itu, Trump mengurangi pajak dan membuat orang-orang konservatif menjadi mayoritas di Mahkamah Agung AS. Politikus kontroversial itu bahkan menjauhkan diri dari sekutu AS. Sebagai gantinya, dia memuji para pemimpin otorites, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Trump menjadi Presiden AS pertama yang dua kali dimakzulkan. Namun, Partai Demokrat gagal melengserkannya dari jabatan.

Baca: Salahkan Biden, Trump Sebut AS Hampir Paksa Putin Serbu Ukraina

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Donald Trump di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved