Iran Kirim Personel ke Krimea untuk Ajari Tentara Rusia Gunakan Drone

Rusia dikabarkan telah menggunakan ratusan drone yang dibuat oleh Iran.


zoom-inlihat foto
drone-Rusia-buatan-Iran.jpg
SERGEI SUPINSKY / AFP
Sebuah bangunan di Kota Bila Tserkva, Ukraina, rusak karena serangan drone Rusia buatan Iran, (5/10/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Iran disebut telah mengirim personel militer ke Krimea guna mengajari tentara Rusia cara menggunakan drone buatan Iran.

Informasi itu diungkap oleh dua orang yang dekat dengan intelijen Amerika Serikat (AS).

Rusia telah menggunakan ratusan drone yang diduga dibuat oleh Iran. Dalam beberapa pekan terakhir, drone itu menargetkan kota-kota di Ukraina dan infrastruktur energi.

Melansir pemberitaan CNN International, (19/10/2022), tidak diketahui dengan pasti berapa jumlah personel Iran yang dikirim ke Krimea. Selain itu, juga tidak diketahui apakah mereka masih di sana.

Pejabat AS mengatakan Rusia mulai menguji coba dan mengerahkan drone pada bulan Agustus lalu. Namun, dalam uji coba itu ada banyak drone yang gagal.

Intelijen Rusia dikabarkan telah mempelajari sistem drone itu di Iran. Dalam beberapa pekan terakhir personel Iran juga pergi ke Krimea untuk membantu Rusia mengoperasikan drone sekaligus memperbaikinya.

Baca: Ukraina: Setengah Drone Kamikaze Rusia Buatan Iran Hancur dalam Sepekan

Iran menyediakan dua jenis drone. Yang pertama adalah Shaheds yang bisa jangkauannya mencapai lebih dari 1.000 mil. Yang kedua adalah Mohajer-6. Dua drone itu bisa membawa rudal dan digunakan untuk pengintaian.

Baca: Drone Ukraina Serang Armada Laut Rusia di Laut Hitam

Pejabat AS menganggap ketergantungan Rusia pada drone Iran membuktikan bahwa Iran kesulitan mengisi kembali amunisinya. Selain itu, sanksi dari Barat juga membuat Rusia kesulitan mendapatkan komponen yang diperlukan untuk pembuatan senjata baru.

Menurut Juru Bicara Departemen Dalam Negeri AS, Vedant Patel, negaranya juga akan terus "mengambil langkah efektif dan agresif demi mempersulit penjualan senjata, termasuk sanksi dan kontrol ekspor terhadap entitas apa pun yang terlibat".

Drone tersebut juga menjadi tanda bahwa hubungan Iran dengan Rusia makin erat. Kata Patel, hubungan erat di antara dua negara itu adalah "ancaman besar".

AS, Prancis, dan Inggris dikabarkan akan membahas dugaan pengiriman drone Iran pada rapat Dewan Keamanan (DK) PBB. Menurut ketiga negara itu, pengiriman drone Iran ke Rusia telah melanggar Resolusi DK PBB nomor 2231.

Dalam resolusi itu disebutkan adanya pelarangan pengiriman senjata dari dan ke Iran. Di sisi lain, Iran membantah telah mengirim drone ke Rusia.

Baca: Dituding Beli Ratusan Drone dari Iran, Rusia Memilih Bungkam

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Iran di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved