Karena banyak orang khawatir dan menunggu kami, kami mohon maaf atas keterlambatan dalam memberikan pembaruan ini. Terima kasih telah membaca perasaan tulus kami, yang kami kumpulkan dengan keberanian untuk berbagi, hingga akhir.
Terima kasih.
Hormat kami, OX [OMEGA X]"
OMEGA X dikabarkan mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dari CEO perusahaan mereka.
CEO perusahaan OMEGA X dikabarkan melakukan kekerasan fisik dan verbal pada anggota boyband setelah konser di Los Angeles.
Omega X diketahui merampungkan tur konser mereka, 2022 Omega X World Tour ( Connect: Don't Give Up) pada 22 Oktober waktu setempat.
Namun pada 23 Oktober ada individu yang membagikan rekaman suara seseorang, diduga dari perusahaan mereka, Spire Entertainment.
Diduga suara dalam rekaman tersebut merupakan CEO Kang Seong Hee yang berteriak dan melakukan kekerasan fisik pada anggota OMEGA X.
Dari yang awalnya hanya rekaman audio, SBS News lalu menguak soal rekaman dalam bentuk video dari kejadian yang sempat viral dan ramai di media sosial tersebut.
Baca: Lagu Boy With Luv Jadi MV Pertama BTS yang Berhasil Capai 1,6 Miliar Penayangan di YouTube
Video dimulai dengan menunjukkan anggota grup berdiri di tempat parkir diluar sebuah restoran yang ada di Los Angeles.
CEO Kang terdengar berteriak pada anggota OMEGA X.
"Apa kamu pikir kamu berhak dicintai semua orang ini, kamu b*stards?" ujar Kang dalam video.
"Kamu bahkan tidak tahu apa itu artinya dicintai. Kamu semua hanya f*cking manipulatif," imbuhnya lagi.
Kemudian video memperlihatkan anggota Omega X, Jaehan duduk. Kabarnya dia melakukan itu karena mulai menunjukkan gejala serangan panik.
Tapi itu tak menghentikan Kang, video memperlihatkan Kang yang terus meremehkan anggota tersebut.
"Mati karena kelelahan, ya? Kim Jaehan!," ujar Kang.
"(Mengejek) Kasihan Tuan Kim. Berhentilah menjadi idola, sungguh. Anda sakit sepanjang waktu," ucapnya.
Setelah video tersebut menuai banyak kritik, akhirnya agensi merilis permintaan maaf.
"Pertama, kami menundukkan dalam kepala kami meminta maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran melalui berita yang tidak menyenangkan ini," tulis agensi.
Agensi menjelaskan video yang viral itu terjadi di akhir rangkaian tur Omega X di Amerika Serikat.