Rusia: 82.000 Personel Wajib Militer Telah Dikirim ke Ukraina

Menteri Pertahanan Rusia mengatakan ada 218.000 personel yang masih dilatih di barak militer.


zoom-inlihat foto
Rusia-di-Kharkiv.jpg
HANDOUT / GENERAL STAFF OF THE UKRAINIAN ARMED FORCES / AFP
Foto yang dirilis oleh Angkatan Bersenjata Ukraina memperlihatkan kendaraan lapis baja yang ditinggalkan pasukan Rusia di Kharkiv, (11/9/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan 82.000 personel yang menjalani wajib militer telah dikirim ke Ukraina.

Kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, Shoigu berujar kini ada 218.000 personel yang masih dilatih di barak militer. Namun, jumlah itu belum bisa diverifikasi.

"Tugas yang diberikan oleh Anda, yakni memobilisasi 300.000 orang, telah selesai. Tidak ada tindakan lebih lanjut yang direncanakan," kata Shoigu kepada Putin, dikutip dari The Guardian, (29/10/2022).

Rusia mulai memobilisasi warganya pada bulan September lalu kala Ukraina mendapat sejumlah keberhasilan di dekat Kharkiv. Namun, mobilisasi ini diprotes oleh banyak warga Rusia. Sebagian dari mereka bahkan memilih kabur ke luar negeri.

Dilaporkan sudah ada banyak personel wajib militer yang tewas setelah dikerahkan di garis depan pertempuran. Mereka melindungi tentara yang lebih berpengalaman yang ada di bagian belakang.

Baca: Putin Bantah Rusia Berencana Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan Rusia ingin mempertahankan wilayah yang masih dikuasainya. Namun, untuk melakukannya, Rusia mengandalkan "pasukan yang kekurangan personel dan kurang terlatih". Kata Inggris, pasukan itu hanya mampu menjalankan operasi pertahanan.

Baca: Rusia Takut Ukraina Bakal Gunakan Bom Nuklir dan Bom Kotor

Kendati demikian, pengerahan personel wajib militer itu kemungkinan telah memperlambat gerak maju tentara Ukraina di bagian timur dan selatan. Hal ini didasarkan atas penyataan Serhiy Haidai, Gubernur Luhansk.

"Gerak maju pasukan Ukrain tidak secepat yang kami perkirakan," kata Haidai ketika diwawancarai. Ini lantaran Rusia berhasil memulihkan pasukannya.

Kata dia, ribuan personel wajib militer telah dikerahkan di berbagai tempat, misalnya di Bakhmut. Namun, banyak dari mereka yang segera tewas atau terluka ketika menghadapi tentara Ukraina.

"Umur rata-rata personel wajib militer sekitar dua pekan," kata Haidai.

Pada hari Jumat, (28/10/2022), staf jenderal Ukraina mengatakan sudah ada 1.000 personel wajib militer yang dikirim ke seberang Sungai Dnipro guna memperkuat Kherson. Mereka ditempatkan di rumah-rumah yang ditinggalkan oleh penduduk.

Baca: Putin Berlakukan Darurat Militer di Wilayah Ukraina yang Dianeksasi Rusia

Rusia diperkirakan tidak akan menyerahkan Kherson tanpa didahului dengan pertempuran sengit. Sementara itu, pada awal Oktober ini pasukan Ukraina mulai merebut kembali desa-desa di sekitar Kherson.

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov menyebut hujan telah telah memperlambat gerak maju pasukan Kiev. Pakar militer Barat juga telah memprediksi bahwa hujan deras membuat jalan susah dilalui oleh kendaraan militer.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini.

 

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved