Survey Sebut Makin Tinggi Pendidikan Makin Rendah Tingkat Percaya pada Polisi Bisa Urus Kanjuruhan

Hasil survey sebut semakin tinggi pendidikan masyarakat maka semakin rendah tingkat kepercayaan kepada polisi bisa tuntaskan Tragedi Kanjuruhan


zoom-inlihat foto
tangkapan-layar-twitterakmalmarhalis.jpg
tangkapan layar twitter/@akmalmarhali
Tragedi Kanjuruhan, Publik Ingatkan Aturan FIFA: Tidak Boleh Gunakan Gas Air Mata - suasana stadion kanjuruhan saat polisi menembak gas air mata ke tribune.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hasil survey menyebut semakin tinggi tingkap pendidikan masyarakat semakin tidak percaya kepada polisi bisa tuntaskan kasus Tragedi Kanjuruhan.

Keterangan ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan dalam paparan rilis secara daring, Kamis (20/10/2022).

“Jadi itu tantangan yang tidak mudah, karena semakin kritis masyarakat semakin tidak percaya kepolisian bisa menuntaskan kasus ini,” jelas Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, dikutip dari Tribunnews.

Sebelumnya Djayadi Hanan mengatakan kaum muda di bawah 40 tahun tidak percaya aparat kepolisian mampu menuntaskan tragedi sepakbola terbesar kedua di dunia itu.

Bukannya tak berdasar, keterangan tersebut mengacu pada data terbaru LSI dari survei 1212 responden menggunakan metode random digit dialing (RDD) yang dilakukan pada 6-10 Oktober 2022.

Baca: Kapolda Jatim Komentari Keluarga Tragedi Kanjuruhan yang Mengaku Terintimidasi Polisi

Baca: 100 Anggota Polresta Malang Bersujud Minta Maaf untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

“Mungkin semua masyarakat Indonesia 84 persen mengikuti isu ini, bukan hanya perhatian masyarakat Indonesia tapi juga dunia," lanjut dia.

Djayadi juga mengungkapkan, semakin mudan responden maka semakin tak percaya kasus TRagedi kanjuruhan ini bisa diselesaikan oleh polisi

Ini karena kebanyakan yang mengikuti sepakbola anak muda.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan. (tangkap layar)

Sebelumnya telah diberitakan soal Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) telah menemukan sejumlah bukti dalam tragedi Kanjuruhan.

Dikutip dari Tribunnews, sejumlah alat bukti penting tersebut dapat mendukung pengusutan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu.

TGIPF juga terjun ke lapangan untuk menemui beberapa pihak yang terlibat dalam tragedi itu.

Tim tersebut pun menyambangi Polres Malang, Sat Brimob Malang, serta Kodim 0808 Kabupaten Malang.

Satu di antara bukti yang ditemukan TGIPF ialah rekaman CCTV, yang dapat memberikan gambaran lebih jelas saat insiden tersebut terjadi.

Selain itu, sejumlah video-video yang menggambarkan detail kejadian di berbagai titik.

Baca: Sosok Akhmad Hadian Lukita, Dirut LIB yang Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Baca: Jadi Tersangka Tragedi Stadion Kanjuruhan, Dirut LIB Beri Tanggapan

Nur Achmad selaku Sekretaris TGIPF mengatakan bukti yang didapatkan dapat memperjelas analisis tragedi Kanjuruhan.

"Berbagai alat bukti penting yang kami dapatkan ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kami."

"Sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kami ungkap secara menyeluruh dan independen," kata dia, Sabtu (8/10/2022), seperti diberitakan Kompas.com.

Lalu, TGIPF juga mengumpulkan keterangan tentang penggunaan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan.

"Keterangan tentang penggunaan gas air mata juga sedang dikumpulkan dan didalami oleh tim, baik dari pihak pengamanan, panitia pelaksana, maupun dari pihak korban," kata Nur Rochmad, Sabtu, dilansir Tribunnews.com.

Anggota TGIPF, Doni Monardo mengungkapkan pihak akan menginvestigasi setiap tahapan tragedi Kanjuruhan.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved