Review The School For Good And Evil, Bawakan Kisah Dongeng Sekolah untuk Kaum Baik dan Jahat

Berikut adalah review dari The School For Good And Evil yang saat ini booming di media sosial, bisa disaksikan di Netflix


zoom-inlihat foto
the-jobloThe-School-for-Good-and-Evil.jpg
joblo
The School for Good and Evil


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bagi kalian penggemar tontonan bergenre fantasi, The School For Good And Evil bisa jadi satu rekomendasi series terbaru yang wajib ditonton.

The School For Good And Evil berangkat dari novel seri dengan genre fantasi dengan judul yang sama karya Soman Chainani.

Perlu diketahui, The School For Good And Evil adalah novel best seller yang tentunya sudah sangat populer di kalangan penikmat kisah-kisah fantasi.

The School For Good And Evil menyajikan kisah yang sangat unik dan menarik.

Sebagaimana judulnya, series ini mengisahkan tentang keberadaan sebuah sekolah khusus tempat muridnya dididik agar jadi orang baik (pahlawan) dan orang jahat (penjahat).

Baca: Film - Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta (2013)

Sama seperti film atau series fantasi lainnya, The School For Good And Evil menyajikan kisah seru yang penuh keajaiban.

The School For Good And Evil menjadi series terbaru di Netflix yang dijadwalkan rilis pada 19 Oktober 2022.

Penayangan series ini sudah cukup dinantikan oleh penggemar genre fantasi, terutama para pembaca novelnya.

Film The School for Good and Evil dijadwalkan tayang di Netflix pada 19 Oktober mendatang.
Film The School for Good and Evil dijadwalkan tayang di Netflix pada 19 Oktober mendatang. (TRIBUNNEWS)

Sinopsis The School For Good And Evil

Kisah dalam THE SCHOOL FOR GOOD AND EVIL ini mengajak penonton untuk masuk ke sebuah sekolah tak biasa.

Sekolah tersebut menjadi lattar di mana nantinya murid-murid akan dididik sehingga menjadi sosok yang baik atau jahat.

Konon, tujuannya untuk menjaga keseimbangan baik dan buruk di negeri dongeng.

Murid di sekolah itu, diambil dari anak-anak khusus yang terpilih saat berusia 12 tahun.

Sementara itu di suatu desa, anak-anak di usia 12 tahun sering kali menghilang secara misterius dan tiba-tiba.

Suatu ketika, giliran dua orang sahabat, Sophie dan Agatha yang menghilang.

Mereka diculik oleh kekuatan misterius dan dibawa ke tempat bernama Endless Woods (Hutan Tak Berujung) yang menjadi tempatThe School For Good And Evil dibangun.

Baca: 7 Negara Teluk Minta Netflix Hapus Konten yang Bertentangan dengan Islam

Baca: Netflix Rilis Trailer Perdana Drama Korea The Sound of Magic, Hubungan Tiga Karakter Utama Terlihat

Sophie dan Agatha kemudian menjadi murid di sekolah tersebut.

Sayangnya, dua sahabat itu harus dipisahkan oleh sistem yang ada di sekolah.

Di mana, Sophie harus masuk ke sekolah "evil" (sekolah untuk kejahatan).

Sementara sahabatnya, Agatha harus masuk ke sekolah kategori "good" (kebaikan).







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved