7 Negara Teluk Minta Netflix Hapus Konten yang 'Bertentangan' dengan Islam

Negara-negara Teluk mengancam akan mengambil langkah hukum jika Netflix terus menyiarkan konten yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.


zoom-inlihat foto
Logo-Netflix.jpg
Wikimedia Commons
Foto: logo Netflix


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Negara-negara Teluk Persia mengancam akan mengambil langkah hukum apabila Netflix terus menyiarkan tayangan yang dianggap melanggar nilai-nilai Islam.

Belum jelas tayangan atau konten apa yang dimaksud. Pernyataan dari badan pengawas media Arab Saudi dan enam anggota Dewan Kerja Sama di Teluk (GCC) hanya menyebutkan bahwa konten itu "bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan kemasyarakatan".

"Netflix telah dihubungi untuk diminta menghapus konten ini," demikian pernyataan itu dikutip dari The Guardian, (7/9/2022).

"Jika konten yang yang melanggar itu terus disiarkan, langkah hukum yang diperlukan akan diambil."

Hingga kini belum ada tanggapan dari Netflix tentang permintaan tersebut.

Menurut media pemerintah Arab Saudi, Al-Ekhbariya, konten yang diminta dihapus adalah film tentang anak-anak yang mempromosikan homoseksualitas.

Dalam pemberitaannya, Al-Ekhbariya juga pernah menunjukkan salah satu scene seri animasi Jurassic World Camp Cretaceous yang memperlihatkan dua tokoh perempuan yang berciuman,

Baca: Bertemu dengan Putra Mahkota Saudi, Joe Biden Singgung Pembunuhan Khashoggi

Negara-negara Teluk Persia, yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), memang sering berselisih dengan distributor film dari Amerika Serikat (AS). Perselisihan itu disebabkan oleh adanya konten yang terkait dengan minoritas seksual.

Baca: Alasan Doctor Strange: In The Multiverse of Madness Dilarang Tayang di Arab Saudi

Di kawasan Teluk Persia, UAE dianggap sebagai salah satu negara paling liberal. Namun, konten dewasa dalam film yang beredar di sana sering kali dipotong atau diedit.

Pada bulan Juni lalu juga UAE melarang film animasi Disney Lightyear karena berisi adegan ciuman sesama perempuan.

Sementara itu, Arab Saudi meminta Disney untuk menghilangkan konten tentang LGBTQ dalam film pahlawan super Doctor Strange in the Multiverse of Madness pada bulan April lalu.

Disney menolak mengabulkan permintaan itu sehingga film tersebut tidak bisa diputar di bioskop-bioskop Arab Saudi.

Baca: Arab Saudi Bakal Denda Rp 38 Juta untuk Siapa Saja yang Umrah Tanpa Izin

Doctor Strange: In The Multiverse of Madness
Doctor Strange: In The Multiverse of Madness (Disney+ Australia)

Pada bulan Juli, media Arab Saudi memperlihatkan rekaman para pejabat menyita mainan anak-anak dan pakaian yang memiliki "warna pelangi" dan dianggap menyimbolkan LGBT.

Barang-barang yang disita termasuk busur panah, kaus, topi, dan kotak pensil berwarna pelangi yang dibuat untuk dipakai anak-anak.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Netflix di sini

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved