Hasil Studi: Pandemi Covid-19 Bisa Mengubah Kepribadian Orang

Peneliti mengatakan pandemi membuat kalangan muda lebih rentan mengalami stres.


zoom-inlihat foto
orang-berkacamata-risiko-tertular-covid-19-kecil.jpg
Tribunjualbeli.com
Ilustrasi seseornag memakai masker saat pandemi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menurut sebuah studi, pandemi Covid-19 bisa mengubah kepribadian seseorang lantaran punya dampak yang begitu besar.

Peneliti mengatakan pandemi membuat kalangan muda lebih rentan mengalami stres.

"Kalangan muda menjadi lebih mudah berubah sikapnya dan lebih rentan terkena stres, kurang kooperatif dan kurang mudah percaya, serta kurang bisa menahan diri dan bertanggung jawab," demikian kata peneliti dikutip dari The Guardian, (29/9/2022).

Penelitian tersebut dipimpin oleh Prof. Angelina Sutin dari Sekolah Kedokteran Universitas Negeri Florida di Amerika Serikat (AS).

Sutin dan rekannya menggunakan hasil asesmen kepribadian dari 7.109 orang yang terdaftar di Understanding America Study. Asesmen tersebut dilakukan berulang kali, sebelum dan setelah pandemi.

Peserta asesemen menjalani tes kepribadian untuk mengukur empat hal, yakni neurotisisme, ekstraversi, keterbukaan, keramahan, dan kehati-hatian. Para peserta berumur antara 18 hingga 109 tahun dan rata-rata telah menjalani tes sebanyak tiga kali.

Baca: Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

Pada fase awal pandemi (Maret—Desember 2020), kepribadian peserta relatif stabil. Hanya ada sedikit penurunan dalam hal neurotisisme. Penurunan ini bisa jadi karena pandemi memunculkan perasaan khawatir.

Baca: WHO Sebut Akhir Pandemi Covid-19 Sudah Terlihat

Tidak ada penurunan neurotisisme pada paruh kedua pandemi (2021—2022). Akan tetapi, terjadi penurunan ekstraversi, keterbukaan, keramahan, dan kehati-hatian jika dibandingakan dengan sebelum pandemi.

Kalangan dewasa yang berusia muda (younger adult) menunjukkan penurunan terbesar. Adapun kalangan yang paling tua hampir tidak menunjukkan perubahan.

Menurut peneliti, kepribadian cenderung lebih mudah berubah pada kalangan muda. Selain itu, pandemi kemungkinan memiliki dampak negatif yang lebih besar pada kalangan ini.

"Meskipun pandemi membuat stres banyak orang, pandemi mengganggu aktivitas-aktivitas normatif kalangan muda, seperti pendidikan, transisi ke dunia kerja, dan sikap mudah bergaul dan membangun hubungan," kata Sutin.

"Ini spekulatif karena kami tidak mengukur penyebab perubahan itu, tetapi gangguan ini mungkin berdampak lebih besar terhadap kalangan muda karena aktivitas-aktivitas tersebut sangat penting bagi kalangan itu."

Baca: Pandemi Buat Orang Malas Menikah, Tiongkok Terancam Kena Krisis Demografi

Ilustrasi orang memakai masker saat pandemi
Ilustrasi orang memakai masker saat pandemi (Kompas.com/SHUTTERSTOCK)

Peneliti akan terus memantau kalangan muda untuk mengetahui apakah perubahan kepribadian itu bersifat sementara ataukah akan bertahan lebih lama.

"Melihat perubahan ini adalah hal yang menarik, terlepas dari fakta bahwa orang-orang harus menghadapi segala hal yang terjadi dengan cara yang jauh berbeda," kata Prof. Wiebke Bleidorn, seorang psikolog pada Universitas Zurich yang terlibat dalam studi itu.

Hasil studi itu telah diterbitakan di jurnal Plos One.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang pandemi di sini

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved