Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

Joe Biden mengatakan pandemi telah berakhir meski tiap hari masih ada ratusan kematian akibat Covid-19.


zoom-inlihat foto
Joe-Biden-62.jpg
Twitter/POTUS
Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengikuti rapat melalui video.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan pandemi telah berakhir meski tiap hari masih ada ratusan kasus kematian di AS akibat Covid-19.

"Pandemi telah berakhir," kata Biden ketika diwawancarai dalam program CBS bertajuk 60 Minutes, (14/9/2022), dikutip dari Reuters.

Kendati demikian, Biden menyebut masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

"Kita masih punya masalah akibat Covid-19. Kita masih harus menyelesaikan banyak pekerjaan tentang itu. Namun, pandemi telah usai. Jika Anda memperhatikan, saat ini tidak ada orang yang mengenakan masker. Setiap orang tampaknya dalam kondisi baik. Jadi, saya pikir telah ada perubahan."

Kini kasus kematian harian di AS akibat Covid-19 telah turun drastis. Pada periode awal kepemimpinan Biden, jumlah kematian sempat menyentuh angka 3.000 per hari.

Akan tetapi, menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, tiap hari masih ada ratusan orang yang meninggal karena Covid-19.

Baca: WHO Sebut Akhir Pandemi Covid-19 Sudah Terlihat

Biden sendiri pernah terkena Covid-19 pada bulan Juli lalu. Kemudian, istrinya, Jill Biden, terinfeksi sebulan kemudian. Keduanya hanya mengalami gejala ringan.

Dia sudah mengajukan dana $22,4 miliar atau Rp33,6 triliun kepada DPR AS guna mempersiapkan kemungkinan lonjakan kasus Covid-19.

Baca: Pandemi Buat Orang Malas Menikah, Tiongkok Terancam Kena Krisis Demografi

Akhir pandemi sudah terlihat

Berbeda dengan Biden, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Tedros menyebut pandemi belum selesai. Meski demikian, menurut dia akhir pandemi "sudah terlihat".

"Kita belum di sana (akhir pandemi). Namun, akhir pandemi sudah terlihat," kata Tedros dalam konferensi pers virtual, dikutip dari Reuters.

Ini menjadi penilaian WHO yang paling optimistis sejak organisasi kesehatan dunia itu menyatakan Covid-19 sebagai pandemi dua tahun silam.

Covid-19 muncul pertama kali di Tiongkok pada akhir tahun 2019 dan kini telah merenggut nyawa hampir 6,5 juta orang di seluruh dunia. Adapun kasus konfirmasi Covid-19 mencapai 606 juta.

Baca: Ikuti Jejak Swedia dan Norwegia, Inggris Cabut Semua Aturan Pembatasan Masa Pandemi

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menghadiri konferensi pers yang digelar oleh Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU) pada 3 Juli 2020.
Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menghadiri konferensi pers yang digelar oleh Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU) pada 3 Juli 2020. (FABRICE COFFRINI / POOL / AFP)

Meski pandemi sudah mereda, Tedros meminta negara-negara di seluruh dunia untuk tetap waspada. Dia juga menyamakan pandemi dengan lari maraton.

"Kini saatnya untuk berlari lebih kencang dan memastikan bahwa kita melewati garis finis dan memperoleh seluruh hasil kerja keras kita."

Kata dia, negara-negara di dunia perlu meninjau dan menguatkan kebijakan mereka demi mengatasi Covid-19 dan virus-virus yang muncul pada masa mendatang. Selain itu, dia meminta kelompok yang berisiko tinggi untuk divaksin semuanya. Terakhir, dia mendesak tes Covid-19 terus dilakukan.

WHO mengatakan negara-negara perlu menjaga stok perlengkapan kesehatan dan tenaga medis.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Joe Biden di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved