WHO Sebut Akhir Pandemi Covid-19 'Sudah Terlihat'

Dirjen WHO menyebut pandemi belum selesai. Namun, akhir pandemi "sudah terlihat".


zoom-inlihat foto
foto-direktur-jenderal-world-health-organization-who-tedros.jpg
FABRICE COFFRINI / POOL / AFP
Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menghadiri konferensi pers yang digelar oleh Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU) pada 3 Juli 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dunia kini sudah dalam posisi yang lebih baik dalam menangani pandemi Covid-19.

Tedros menyebut pandemi belum selesai. Namun, menurut dia akhir pandemi "sudah terlihat".

"Kita belum di sana (akhir pandemi). Namun, akhir pandemi sudah terlihat," kata Tedros dalam konferensi pers virtual, dikutip dari Reuters.

Ini menjadi penilaian WHO yang paling optimistis sejak organisasi kesehatan dunia itu menyatakan Covid-19 sebagai pandemi dua tahun silam.

Covid-19 muncul pertama kali di Tiongkok pada akhir tahun 2019 dan kini telah merenggut nyawa hampir 6,5 juta orang di seluruh dunia. Adapun kasus konfirmasi Covid-19 mencapai 606 juta.

Kemunculan Covid-19 sempat melumpuhkan ekonomi dunia dan membuat sistem kesehatan di berbagai negara kewalahan.

Baca: WHO Nyatakan Penyakit Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global

Namun, kondisi genting mulai mereda sejak vaksin Covid-19 diluncurkan. Angka kematian dan rawat inap pun turun. Menurut laporan PBB, jumlah kematian akibat Covid-19 pekan lalu adalah yang terendah sejak bulan Maret 2020.

Baca: Ragukan Klaim Pemerintah, WHO Sebut Gelombang Covid-19 di Korut Makin Parah

Meski pandemi sudah mereda, Tedros tetap meminta negara-negara untuk tetap waspada. Dia juga menyamakan pandemi dengan lari maraton.

"Kini saatnya untuk berlari lebih kencang dan memastikan bahwa kita melewati garis finis dan memperoleh seluruh hasil kerja keras kita."

Kata dia, negara-negara di dunia perlu meninjau dan menguatkan kebijakan mereka demi mengatasi Covid-19 dan virus-virus yang muncul pada masa mendatang. Selain itu, dia meminta kelompok yang berisiko tinggi untuk divaksin semuanya. Terakhir, dia mendesak tes Covid-19 terus dilakukan.

WHO mengatakan negara-negara perlu menjaga stok perlengkapan kesehatan dan tenaga medis.

Baca: WHO Laporkan Varian Baru Virus Corona XE, Diduga 10 Persen Lebih Menular daripada Omicron Siluman

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers, Rabu (11/3/2020).
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers, Rabu (11/3/2020). (Twitter.com/DrTedro)

"Kami memperkirakan bakal ada gelombang infeksi pada masa mendatang, kemungkinan pada waktu yang berbeda di seluruh dunia dan disebabkan oleh subvarian Omicron yang berbeda atau bahkan varian yang perlu diawasi," kata Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi senior WHO.

Pandemi Covid-19 saat ini masih memunculkan situasi darurat di banyak negara.

"Gelombang Covid-19 pada musim panas, yang dipicu oleh Omicron VA.4 dan BA.5, menunjukkan bahwa pandemi belum selesai karena virus itu masih terus menular di Eropa dan wilayah lain," kata juru bicara Komisi Eropa.

Pada rapat bulan Oktober nanti WHO akan memutuskan apakah pandemi Covid-19 masih memunculkan situasi darurat dalam dunia kesehatan global.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Covid-19 di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved