Guru di India Diduga Pukul Siswa hingga Tewas karena Salah Mengeja

Seorang siswa dipukul dengan tongkat dan ditendang hingga pingsan lantaran salah mengeja kata "sosial" saat ujian.


zoom-inlihat foto
mahasiswa-uho-tewas-saat-unjuk-rasa.jpg
Pixabay
Ilustrasi jenazah di rumah sakit


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang guru di India diduga memukul seorang siswa SMA berinisial ND hingga tewas hanya karena salah mengeja.

Kejadian nahas itu memicu protes yang diwarnai dengan kekerasan. Polisi dilaporkan masih memburu guru itu.

Menurut ayahnya, ND dipukul dengan tongkat dan ditendang hingga pingsan lantaran salah mengeja kata "sosial" saat ujian.

Remaja berusia 15 tahun itu meninggal pada hari Senin, (26/9/2022), di sebuah rumah sakit di negara bagian Uttar Pradesh. Sementara itu, sang guru telah melarikan diri.

"Dia melarikan diri, tetapi kami akan segera menangkapnya," kata seorang perwira polisi bernama Mahendra Prtap Singh kepada AFP, dikutip dari Al Jazeera.

ND berasal dari kasta Dalit yang berada pada posisi paling bawah. Masyarakat dari kasta itu sering mengalami diskriminasi.

Baca: Tak Sengaja Tembakkan Rudal ke Pakistan, 3 Perwira AU India Dipecat

Sejumlah warga menggelar aksi unjuk rasa di Distrik Auriya, tempat terjadinya peristiwa itu. Mereka meminta guru itu ditahan sebelum proses kremasi jenazah ND dilakukan.

"Keluarga berkata anak itu dipukul gurunya beberapa pekan lalu karena salah mengeja. Kini keluarganya menyebut peristiwa itu sebagai kekerasan yang didasarkan pada kebencian terhadap kasta tertentu," kata Pavni Mittal, jurnalis Al Jazeera.

Ratusan orang ikut turun ke jalan untuk melancarkan protes. Mereka bahkan membakar kendaraan polisi. Dilaporkan ada sekitar 10 pengunjuk rasa yang ditangkap.

Baca: India Bakal Jadi Negara dengan Penduduk Terbanyak Tahun 2023, Kalahkan Tiongkok

"Kami melakukan tindakan keras untuk menangani aksi unjuk rasa itu dan situasi segara terkendali," kata Pengawas Kepolisian Charu Nigam.

Mittal mengatakan kebencian terhadap kekerasan yang terkait dengan sistem kasta di India kini meningkat.

"Menurut data pemerintah, kekerasan yang didasarkan pada sistem lima kasta rata-rata terjadi setiap jam di India," kata Mittal menjelaskan.

Riya Singh, pendiri organisasi Perjuangan Wanita Dalit, menyebut peristiwa ini menunjukkan adanya "kebencian orang-orang dari kasta atas terhadap orang-orang dari kasta Dalit".

"Kebencian itu masih sangat kuat, bahkan menyebar ke anak-anak muda," kata Singh.

Kata dia, India harus mengakui bahwa ada keberpihakan kasta. Orang-orang menggunakan kekerasan untuk membenarkan keberpihakan kasta.

"Hanya dengan mengakui inilah kita bisa maju ke depan."

Baca: Konflik Antarumat Beragama di India Meningkat, Video Kekerasan Viral di Medsos

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang India di sini

 

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved