Misi Berhasil, Pesawat Luar Angkasa NASA Ditabrakkan ke Asteroid

Misi penabrakan itu ditujukan untuk menguji sistem pertahanan Bumi seandainya ada meteorit yang akan menabrkan Bumi.


zoom-inlihat foto
DART-milik-NASA-a.jpg
HANDOUT / NASA / AFP
Ilustrasi pesawar luar angkasa DART milik NASA akan menabrak asteroid Dimorphos.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pesawat luar angkasa DART milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil ditabrakkan ke asteroid Dimorphos, (26/9/2022).

Misi penabrakan itu ditujukan untuk menguji sistem pertahanan Bumi seandainya ada meteorit yang akan menabrak Bumi.

DART bertabrakan dengan asteroid dalam kecepatan yang melebihi kecepatan suara (hipersonik). Lintasan asteroid diharapkan berubah setelah ditabrak oleh pesawat.

Siaran langsung dari NASA memperlihatkan pesawat berbentuk kotak itu bergerak melesat ke arah asteroid Dimorphos.

Pesawat itu berukuran lebih kecil daripada vending machine, dan memiliki dua panel surya. Sementara itu, ukuran asteroid Dimorphos hampir sama dengan stadion sepak bola.

Baca: Wahana Penjelajah Milik NASA Temukan Tanda-Tanda Kehidupan di Mars

Dilansir dari Reuters, kedua benda itu bertabrakan pukul 23.14 GMT pada jarak sekitar 11 juta km dari Bumi.

Misi yang menghabiskan biaya $330 juta atau sekitar Rp5 triliun itu membutuhkan persiapan bertahun-tahun. Dalam misi itu, ilmuwan akan melihat apakah pesawat luar angkasa mampu mengubah lintasan asteroid jika ditabrakkan.

Baca: NASA Ungkap Penyebab Misi Artemis I ke Bulan Terpaksa Ditunda

Ilmuwan baru bisa mengetahui hasilnya bulan depan melalui pengamatan dengan teleskop. Namun, pejabat NASA sudah mengatakan bahwa misi penabrakan sudah itu berhasil.

"NASA bekerja untuk kepentingan umat manusia. Jadi, bagi kami, [penabrakan] itu menjadi pemenuhan akhir dari misi kami untuk melakukan sesuatu seperti ini, memperlihatkan sebuah teknologi yang mungkin suatu hari bisa menyelamtkan planet kita," kata Wakil Administrator NASA Pam Melroy dikutip dari Reuters.

DART diluncurkan oleh roket Space X pada bulan November 2021 dan dikontrol oleh direktur penerbangan NASA.

Tabrakan itu dipantau dari pusat operasi misi di Laboratorium Fisika Terapan Universitas John Hopkins, Maryland, AS. Sorak-sorai kegembiraan muncul di ruang kendali pada detik-detik pesawat itu akan menabrak asteroid Dimorphos.

Dimorphos berdiameter sekitar 170 meter dan mengorbit sebuah asteroid yang berukuran lima kali lebih besar, yakni Didymos.

Baca: NASA Bersiap Luncurkan Roket ke Bulan, Tak Ada Astronaut yang Ikut

Ilmuwan NASA mengatakan dua asteroid tersebut tidak mengancam Bumi. Oleh karena itu, mereka menyebut uji coba penabrakan tidak akan memunculkan ancaman bagi Bumi apabila terjadi kesalahan.

Dimorphos dan Didymos jauh lebih kecil daripada asteroid Chicxulub yang menabrak Bumi sekitar 66 juta tahun silam. Tabrakan itu melenyapkan tiga perempat tanaman dan hewan di Bumi, termasuk dinosaurus.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang NASA di sini

 

 

 

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved