TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peluncuran roket ke Bulan untuk misi Artemis I terpaksa ditunda oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA),
Dalam konferensi pers, NASA menjelaskan penyebab ditundanya misi Artemis I.
Menurut NASA, timnya tidak bisa mengatasi masalah yang muncul pada salah satu dari empat mesin roket.
"Terlalu dini untuk mengatakan ada pilihan apa saja," kata Mike Sarafin, manajer misi Artemis, dikutip dari CNN International, (30/8/2022).
"Kami perlu waktu untuk melihat semua informasi, semua data."
NASA bisa kembali meluncurkan roket Space Launch System (SLS) dan pesawat luar angkasa Orion tanggal 2 September mendatang.
Kendati demikian, ada atau tidaknya peluncuran pada tanggal itu tergantung pada hasil tes.
Baca: NASA Bersiap Luncurkan Roket ke Bulan, Tak Ada Astronaut yang Ikut
Jika jadi diluncurkan tanggal 2 September, roket itu akan dilepaskan antara pukul 12.48 ET dan 14.48 ET.
Jadwal peluncuran berikutnya adalah 5 September, antara pukul 17.12 ET dan 18.42 ET.
"Pengontrol peluncuran terus mencari tahu penyebab bleed test untuk membuat mesin RS-25 pada area bawah core stage berada pada rentang suhu yang cocok untuk peluncuran tidak berhasil, kata NASA.
"Para insinyur [NASA] terus mengumpulkan data tambahan."
Baca: Astronaut AS & Rusia Kembali Bertukar Tempat Duduk di Roket Luar Angkasa
Tim peluncuran mengetahui bahwa bleed test tersebut berisiko karena mereka tidak dapat memasukkannya ke dalam tes simulasi peluncuran.
Sarafin berujar masalah itu tidak menunjukkan adanya sesuatu yang tidak beres pada mesin, tetapi lebih kepada masalah dalam sistem bleed yang digunakan untuk mendinginkan mesin.
"Mesin perlu berada pada suhu dingin secara kriogenik ketika dinyalakan, tidak mengejutkan dengan semua bahan bakar dingin yang mengalir melaluinya. Jadi, kami perlu lebih sedikit lebih banyak waktu untuk memeriksanya," kata Sarafin menjelaskan.
Tim tersebut juga melihat ada masalah pada katup lubang angin di tangki dalam.
Kata Sarafin, gabungan dari beberapa masalah di atas meyakinkan tim peluncurkan bahwa mereka butuh lebih banyak waktu untuk menanganinya.
Baca: Akibat Invasi Rusia: Peluncuran Roket Soyuz Dibatalkan, Misi & Proyek Ilmuwan Luar Angkasa Terganggu
Jika perbaikan besar diperlukan, roket akan dibawa kembali ke Kennedy Space Center's Vehicle Assembly Building. Proses ini membutuhkan waktu 3,5 hari.
Tim peluncurkan masih harus mengecek masalah mesin dan membuat roket tetap berada pada konfigurasi saat ini untuk mengumpilkan data dan memperkirakan hal yang perlu dilakukan.
Adapun SLS dan pesawat luar angkasa Orion dilaporkan dalam kondisi baik.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang NASA di sini