Wahana Penjelajah Milik NASA Temukan Tanda-Tanda Kehidupan di Mars

Wahana penjelajah NASA menemukan komponen organik pada bebatuan di Planet Mars.


zoom-inlihat foto
Foto-permukaan-Mars-22.jpg
HANDOUT / JPL / CALTECH / NASA / AFP
Foto permukaan Planet Mars yang diambil oleh wahana penjelajah NASA, (20/8/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) mengaku menemukan tanda-tanda kehidupan di Planet Mars.

Bebatuan di Mars yang dianalisis oleh wahana penjelajah NASA disebut memiliki komponen organik. Komponen itu dikaitkan dengan mikroba purba.

Ada dua sampel yang akan dibawa kembali ke Bumi untuk dianalisis lebih lanjut. Sampel itu didapatkan dari Kawah Jezero yang berada dekat dengan ekuator Mars.

"Saya pikir bisa dikatakan bahwa dua benda ini adalah sampel terpenting yang dikumpulkan dalam misi ini," kata Profesor David Shuster dari Universitas California, Berkeley, dikutip dari The Times, (19/9/2022).

Menurut NASA, sampel itu memiliki "tanda-tanda kehidupan yang potensial" dan dikatakan sebagai "substansi atau struktur yang bisa membuktikan adanya kehidupan pada masa lalu".

Baca: Mengenal Ingenuity, Helikopter Pertama yang Bakal Terbang dan Mendarat di Planet Mars

Wahana penjelajah NASA mendarat di planet itu pada bulan Februari 2021 dan dilengkapi dengan peralatan yang dikenal sebagai Sherlock.

Sherlock adalah kependekan dari Scanning Habitable Environments with Raman & Luminescence for Organics & Chemicals.

Baca: NASA Ungkap Penyebab Misi Artemis I ke Bulan Terpaksa Ditunda

Peralatan itu bisa mendeteksi komponen organik. Namun, Sherlock tidak bisa membuktikan apakah Mars pernah dihuni oleh makhluk hidup.

Oleh karena itu, sampel tersebut harus dibawa ke Bumi dan diteliti lebih lanjut. Dalam proyek itu, NASA bekerja sama dengan Badan Antariksa Eropa.

"Saya ingin menekankan bahwa misi ini tidak mencari kehidupan yang masih eksis atau yang masih ada saat ini. Sebaliknya, kami meneliti Mars pada masa purba, ketika iklim planet itu jauh berbeda dengan iklim saat ini," kata Profesor Ken Farley yang terlibat dalam proyek itu.

Farley mengatakan Kawah Jezero dipilih sebagai tempat penelitian karena di sana memungkinkan adanya penelitian tentang lingkungan yang bisa dihuni makhluk hidup.

Dulu di dekat kawah itu diperkirakan terdapat delta sungai. Kata dia, bisa jadi 3,5 miliar tahun lalu ada kehidupan di kawah itu.

Baca: Teleskop Terkuat di Dunia, James Webb, Nge-Zoom Planet di Luar Sistem Tata Surya

Wahana penjelajah Mars kini mengumpulkan sampel batu dan lumpur yang akan disimpan dalam sekitar 30 pipa.

Sampel itu akan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam roket yang mengorbit di sekitar Mars. Kemudian, pesawat luar angkasa lain akan membawa sampel itu ke Bumi. Apabila semua berjalan sesuai dengan rencana, sampel itu bisa tiba di Bumi tahun 2033.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang NASA di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved