Xi Jinping Bersumpah Wujudkan 'Reunifikasi' China dan Taiwan secara Damai

Presiden Xi Jinping menyatakan reunifikasi Taiwan dengan China harus diwujudkan.


zoom-inlihat foto
xi-jinping11.jpg
AFP
Presiden China Xi Jinping berpidato pada pertemuan virtual Majelis Kesehatan Dunia.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden China Xi Jinping pada Sabtu, (9/10/2021), bersumpah akan mewujudkan "reunifikasi" China dengan Taiwan secara damai.

Belakangan ini hubungan China dengan Taiwan bertambah panas karena puluhan jet tempur China melewati zona pertahanan udara Taiwan.

Taiwan menanggapi aksi provokatif itu dengan menyerukan Beijing untuk menghentikan tindakan pemaksaannya.

Negara pimpinan Tsai Ing-wen itu mengatakan warga Taiwan-lah yang berhak menentukan masa depannya sendiri.

Namun, dalam pidatonya pada peringatan 110 tahun Revolusi Xinhai, Xi tidak secara langsung menyebutkan aksi pemaksaan itu.

Taiwan mendapat paksaan secara politik dan militer dari Beijing agar mengakui kedaulatan China atas wilayah Taiwan.

Xi menyatakan orang China memiliki "tradisi luhur" menolak separatisme.

Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. (AFP)

Baca: 28 Pesawat Tempur Berkemampuan Nuklir Milik China Masuki Zona Pertahanan Udara Taiwan

Baca: Bukan karena Serangan Militer, Hubungan China dan Taiwan Semakin Menegangkan Gara-gara Nanas

"Separatisme Taiwan adalah halangan terbesar dalam mencapai reunifikasi dengan ibu pertiwi, dan merupakan bahaya besar yang tak terlihat bagi pemulihan," kata Xi dikutip dari Reuters.

Reunifikasi secara damai, kata Xi, paling sesuai dengan kepentingan rakyat Taiwan.

Namun, China akan mempertahankan kedaulatan dan kesatuannya.

"Tak ada yang boleh meremehkan kebulatan tekat, kemauan besar, dan kemampuan kuat yang dimiliki rakyat China untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya," kata Xi.

Presiden itu menyatakan reunifikasi Taiwan dengan China harus diwujudkan.

Ucapan Xi ini terdengar lebih halus daripada pernyataannya pada bulan Juli lalu.

Baca: China Mulai Serang Taiwan, Tegaskan Kemerdekaan Harus Dibayar dengan Perang, AS Sudah Jelas Berpihak

Saat itu dia menyatakan akan "menghancurkan" segala usaha Taiwan mendapatkan kemerdekaan resmi.

Bahkan, pada tahun 2019 Xi pernah mengancam akan menggunakan kekerasan agar Taiwan berada di bawah kekuasaan China.

Namun, ancaman Xi tersebut hanya tidak diindahkan di Taiwan.

Pemerintah Taiwan mengatakan bahwa Taiwan adalah negara merdeka yang berdaulat dan bukan bagian wilayah China.

Taiwan juga dengan tegas menolak tawaran China untuk memberlakukan sistem "satu negara, dua sistem" terhadap Taiwan.

Baca: Kembali Tegang, Taiwan Kerahkan Rudal Setelah Jet Tempur China Masuk Zona Udara Taiwan

(Tribunnewswiki/Tyo)

Baca berita lainnya tentang Taiwan di sini.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved