TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Majelis Rendah Inggris (House of Commons), Sir Lindsay Hoyle, dikritik pedas karena mengundang Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II.
Xi sendiri tidak bisa hadir. Dia digantikan oleh Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan.
Namun, kepada para anggota Majelis Rendah, Hoyle berjanji untuk tetap melarang kunjungan pejabat Tiongkok ke Istana Westminstrer.
Larangan itu dikeluarkan sebagai balasan atas sanksi yang dikeluarkan oleh pemerintah Tiongkok. Sanksi tersebut dijatuhkan kepada sejumlah anggota Majelis Rendah karena mengkritik tindakan Beijing terhadap minoritas muslim Uighur.
Namun, larangan itu ternyata hanya berlaku untuk duta besar dan diplomat Tiongkok. Kepala negara Tiongkok tidak dilarang.
Baca: Prosesi Pemakaman Ratu Elizabeth II yang Digelar Hari Ini Senin (19/9), Simak Rangkaian Acaranya
"Pendapat saya tetap sama, bahwa kami tidak akan memberikan sambutan di parlemen. Dan itulah mengapa saya menghentikan sang duta besar dan pejabat Tiongkok masuk ke dalam ruang Majelis Rendah," kata Hoyle dikutip dari The Times.
"Jadi, mari kita perjelas. Menggelar sambutan di Majelis Rendah ketika anggota parlemen [Tiongkok] dan rekan mereka disanksi adalah hal yang tidak bisa diizinkan. Pendapat saya tetap sama, dan tidak ada yang berubah."
Baca: Antrean Pelayat Elizabeth II: Ada 500 Toilet Portabel, David Beckham Ikut Antre
Sir Iain Duncan, politikus senior dari Partai Konservatif, merasa telah dikhianati oleh Hoyle. Ini lantaran pekan lalu Hoyle sudah berjanji bahwa perwakilan Tiongkok tidak akan diundang atau diberi akses.
"Sudah jelas dan terang bahwa Establishment telah mendesak Ketua Majelis Rendah memberi jalan," kata Duncan kepada Sunday Telegraph.
Establishment merujuk kepada sekelompok elite yang dominan dan mengontrol kebijakan politik.
Hoyle dituding telah didesak oleh Establishment untuk mengizinkan kedatangan delegasi Tiongkok demi menghindari insiden diplomatik.
"Orang-orang menang adalah Partai Komunis Tiongkok, yang brutal, diktatorial, dan menjadi organisasi anti-HAM, dan semua yang telah kita lakukan adalah memberi mereka kemenangan. Sepertinya ketenteraman telah kembali dan hidup di British Establishment."
Baca: Daftar Pemimpin Dunia yang Akan Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth II
Seorang pejabat dari Kantor Urusan Luar Negeri Inggris membantah hal ini. "Pemerintah tidak menekan Ketua Majelis Rendah," kata pejabat itu.
Sebelumnya, Sir Kim Darroch, mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat dan mantan penasihat nasional Inggros, mendukung keputusan untuk tetap mengundang negara-negara yang diduga melakukan tindak pelangggaran HAM.
Menurutnya, akan ada "sedikit kekurangan" jika Tiongkok tidak diundang dalam pemakaman Elizabeth.
"Akan ada saran dari Kantor Luar Negeri mengenai siapa saja yang harus diundang. [Daftar] itu akan ditandatangani di Kantor Perdana Menteri," kata Darroch.
"Tiongkok adalah ekonomi terbesar kedua di dunia. Negara itu adalah yang terpadat sedunia. Saya pikir akan mengecewakan, Anda mungkin berkata ada sedikit kekurangan, apabila Anda tidak mengundang perwakilan Tiongkok dalam pemakaman ini."
Baca: Putin Tak Diundang Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth II
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Xi Jinping di sini