"Sebelum pertemuan biasanya ada tim advance, nanti tim advance-nya ini yang berkomunikasi awal, terutama untuk mencocokkan waktu, waktunya bisanya kapan," jelas Bambang Pacul, dikutip dari Kompas.
Salah satu anggota Fraksi PDIP DPR, Johan Budi, mengklaim ia dalahah orang yang mengusulkan dibentuknya Dewan Kolonel saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.
Johan Budi menegaskan bahwa Dewan Kolonel tetap menghormati keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal pengusungan Capres dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk 2024.
"Jadi gini, gini, gini. Di Fraksi PDIP itu, waktu itu saya lupa 2-3 bulan yang lalulah. Gimana nih kita yang mendukung Mbak Puan, gimana kalau kita bikin tim," kata Johan Budi.
Sejumlah anggota fraksi juga mendukung langkah tersebut.
Satu di antaranya adalah Komisi III DPR Trimedya Panjaitan dari Fraksi PDIP.
Trimedya mengaku dirinya diutus menjadi Koordinator Dewan Kolonel untuk Puan Maharani.
Hal tersebut disampaikan oleh Trimedya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2022).
"Gue jadi koordinator. Jadilah pada saat itu. Kemudian, pas Pak Utut ke luar kota sama Mbak (Puan), disampaikan sama Pak Utut, mbak senang. Sudah gitu aja, tidak ada program yang rigid," terang Trimedya.
(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)