Putin Sebut Barat Tak Bisa Kucilkan Rusia dari Dunia, Sanksi Tak Mempan

Menurut Vladimir Putin, sanksi yang dijatuhkan oleh Barat juga tidak bisa membuat Rusia mengalami ketertinggalan.


zoom-inlihat foto
Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-5656.jpg
Mikhail KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan tentang pertanian pada 5 April 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.C0M - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Barat tak akan bisa mengucilkan Rusia dari dunia, (18/7/2022).

Menurut Putin, sanksi yang dijatuhkan oleh Barat juga tidak bisa membuat Rusia mengalami ketertinggalan.

Sejak melancarkan invasi ke Ukraina tanggal 24 Februari, Rusia mulai dikucilkan dari sistem ekonomi global.

Akibatnya, Rusia kesulitan mendapatkan sejumlah barang, semikonduktor dan suku cadang pesawat.

"Bukan hanya pembatasan, tetapi penutupan hampir semua akses terhadap produk berteknologi tinggi dari luar negara sedang dilakukan secara sengaja untuk melawan negara kita," kata Putin melalui konferensi video dengan pejabat Rusia, dikutip dari Reuters.

"Sudah jelas bahwa ini adalah tantangan besar bagi negara kita, tetapi kita tidak akan menyerah dan tetap berada dalam keadaan kacau atau, seperti yang diprediksi oleh beberapa 'teman kita' kembali ke beberapa dekade yang lalu. Tentu saja tidak."

Putin berujar Rusia akan mengembangkan sendiri teknologinya.

Baca: Putin Berkunjung ke Iran Hari Ini, Temui Ebrahim Raisi dan Erdogan

Menteri Keuangan Rusia Anton Sulianov berkata dukungan untuk sektor teknologi menjadi priotitas.

Namun, kata dia, satu rubel (mata uang Rusia) yang diberikan negara sebagai bantuan harus diiringi dengan setidaknya tiga rubel dari investasi swasta.

Tuding Barat lakukan terorisme

Sementara itu, beberapa waktu lalu Putin sempat menuduh Barat mendukung tindakan separatisme dan terorisme di Rusia.

Kata Putin, Barat tidak memerlukan Rusia sebagai sebuah negara.

Baca: Putin Tuding Barat Dukung Separatisme dan Terorisme di Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin dan warga Rusia lainnya membawa foto anggota mereka, yang menjadi tentara Perang Dunia II, ketika mengikuti peringatan Hari Kemenangan di Alun-Alun Merah, Moskwa, 9 Mei 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan warga Rusia lainnya membawa foto anggota mereka, yang menjadi tentara Perang Dunia II, ketika mengikuti peringatan Hari Kemenangan di Alun-Alun Merah, Moskwa, 9 Mei 2022. (NATALIA KOLESNIKOVA / AFP)

Menurut Putin, gagasan masuknya Rusia ke dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dianggap hal yang tidak masuk akal bagi anggota NATO.

"Mengapa? Hanya karena mereka [Barat] tidak membutuhkan negara seperti Rusia, inilah alasannya. Ini alasan tepatnya mengapa mereka mendukung terorisme, separatisme di Rusia, kekuatan yang menghancurkan dari dalam, dan "angkatan kelima" di dalam negara kita," kata Putin saat menghadiri rapat dengan Majelis Rendah Rusia, (7/7/2022), dikutip dari TASS.

"Hingga hari ini mereka semua hingga telah mendapatkan bantuan tak bersyarat dari Barat yang sangat kolektif itu."

Putin mengatakan Barat yang dipimpin Amerika Serikat (AS) telah berperilaku agresif terhadap hal yang berkaitan dengan Rusia selama puluhan tahun.

"Usulan kita mengenai sistem keamanan yang adil di Eropa ditolak, inisiatif untuk bergabung dalam kerja sama pertahanan antirudal ditolak, dan peringatan tentang ekspansi NATO tidak dapat diterima, diabaikan," kata mantan intelijen itu.

Baca: Putin Bantah Pasukan Rusia Serang Mal di Ukraina dengan Rudal

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Vladimir Putin di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved