Ragukan Klaim Pemerintah, WHO Sebut Gelombang Covid-19 di Korut Makin Parah

WHO meragukan klaim pemerintah Korut bahwa Covid-19 di negara itu mulai bisa dikendalikan.


zoom-inlihat foto
Korea-Utara-Kim-Jong-Un.jpg
ANTHONY WALLACE / AFP
Layar televisi di stasiun Seoul pada tanggal 12 Mei 2022 memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengenakan masker untuk pertama kalinya setelah negara itu mengonfirmasi kasus Covid-19 pertama di negara itu.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan situasi di Korea Utara (Korut) makin buruk akibat gelombang Covid-19.

WHO juga meragukan klaim pemerintah Korut bahwa Covid-19 di negara itu mulai bisa dikendalikan.

Menurut WHO, klaim tersebut susah dibuktikan karena tidak adanya data yang bisa diverifikasi.

Pada hari Jumat, (27/5/2022), dan Sabtu, (28/5/2022), pemerintah Korut melaporkan ada lebih dari 89.500 kasus "demam" baru dan ada 106.390 pasien yang sembuh.

Namun, tidak ada informasi apakah jumlah kasus kematian di negara yang dipimpin Kim Jong Un itu bertambah.

Dilansir dari CNN Internasional yang mengutip pemberitaan KCNA, pada hari Sabtu, (29/5/2022), total kasus di Korut sudah mencapai 3.448.880.

Sebanyak 3.262.700 pasien telah dinyatakan sembuh dan ada sebanyak 186.110 yang masih menjalani perawatan.

Pada hari Jumat lalu, jumlah kasus kematian mencapai 69, sedangkan angka kematian sebesar 0,002 persen dari seluruh kasus yang terkonfirmasi.

Baca: Enggan Terima Bantuan Vaksin, Korea Utara Imbau Warga Kumur Air Garam untuk Atasi Covid-19

Baca: Kasus Covid-19 di Korea Utara Meroket, Ahli Sebut Sistem Perawatan Kesehatan Korut Terburuk di Dunia

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat rapat Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea (WPK) di Korea Utara.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat rapat Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea (WPK) di Korea Utara. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Korut melaporkan kasus Covid-19 pertama pada tanggal 12 Mei 2022. Sebelumnya, Korut berulang kali membantah virus corona telah masuk ke wilayahnya.

Setelah kasus terdeteksi, pemerintah Korut langsung mengumumkan situasi darurat nasional.

Semua kota di negara itu langsung dikarantina atau di-lockdown. Warga yang memiliki "gejala demam dan gejala tidak umum" diperintahkan menjalani karantina.

Covid-19 di Korut menyebar dengan sangat cepat karena negara itu melaporkan ratusan ribu kasus "demam" hanya dalam beberapa hari.

Bahkan, media pemerintah Korut menyebut kasus Covid-19 telah "meledak".

Meski demikian, pada hari Minggu lalu pemerintah mengklaim penularan Covid-19 mulai melambat.

Media pemerintah menyatakan adanya "tren positif" karena jumlah kasus "demam" turun di bawah 200.000.

Namun, karena kurangnya laporan/data dari pihak independen, data kasus Covid-19 yang disampaikan oleh pemerintah sulit untuk diverifikasi.

Baca: Hadapi Gelombang Pertama, Korea Utara bahkan Tak Punya Vaksin Covid-19

Baca: Korea Utara Laporkan Kasus Covid-19 Pertama, WHO Siap Bantu Tangani

(Tribunnewswiki)

Baca  berita lainnya tentang Korea Utara di sini

 

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved