TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pakistan menghadapi ancaman krisis pangan besar-besaran lantaran didera oleh banjir besar belakangan ini.
Seperti tiga wilayah Pakistan dilaporkan tergenang air. Lahan pertanian dan ribuan peternakan di negara itu rusak oleh air bah. Ribuan orang telah tewas dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi.
Menurut Menteri Perencanaan Pakistan Ahsan Iqbal, kerugian akibat banjir ini mencapai sekitar $10 miliar atau Rp148,6 triliun. Namun, nilai kerugian diperkirakan akan jauh lebih besar.
Banjir makin melumpuhkan Pakistan yang sudah dilanda krisis ekonomi dan inflasi besar. Harga barang kebutuhan pokok pun melambung. Pejabat Pakistan memperingatkan bahwa bencana ini bisa membuat ekonomi Pakistan mundur bertahun-tahun, bahkan berdekade-dekade.
Pakar mengatakan kerusakan pada sektor pertanian di Pakistan juga bisa dirasakan oleh masyarakat dunia. Ini karena Pakistan menjadi salah satu produsen dan ekportir beras serta kapas terbesar di dunia.
Baca: Banjir Bandang Besar di Pakistan Paksa Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Banjir juga mengancam pertanian gandum karena pada musim gugur ini para petani mulai bertanam. Hal ini berpotensi menimbulkan krisis pangan hingga tahun depan.
Pakistan bergantung pada gandum sebagai makanan pokok. Namun, pada saat yang bersamaan, persediaan gandum dunia berkurang drastis akibat perang di Ukraina.
Baca: Mantan PM Pakistan Imran Khan Diselidiki & Dijerat dengan UU Antiterorisme
"Kita berada dalam situasi yang sangat mengerikan," kata Rathu Palakrihnan, Wakil Kepala Program Pangan Dunia di Pakistan, dikutip dari The New York Times.
"Tidak ada stok gandum, tidak ada benih karena para petani telah kehilangan benih."
"Jika banjir tidak reda sebelum musim tanam pada bulan Oktober, kita berada dalam masalah besar," kata dia menjelaskan.
Pakistan telah memohon dana bantuan darurat senilai $160 juta untuk membantu 5,2 juta warga negaranya yang paling terdampak banjir.
Provinsi Sindh yang menjadi lumbung pangan di Pakistan menjadi salah satu yang terdampak paling parah. Sebanyak 50 persen lahan pertanian di sana rusak.
Baca: Tak Sengaja Tembakkan Rudal ke Pakistan, 3 Perwira AU India Dipecat
Petani besar dengan lahan luas diperkirakan masih bisa bertahan dari bencana banjir besar. Sementara itu, puluhan ribu petani kecil diperkirakan bakal mengalami kerugian yang sangat besar. Padahal, para petani kecil itu menjadi tulang punggung sektor pertanian Pakistan.
Menurut PBB, sejak permulaan musim monsun, sudah ada lebih dari 1.300 orang di Pakistan yang tewas akibat banjir, setengahnya adalah anak-anak. Korban luka mencapai lebih dari 6.000.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Pakistan di sini