Suharso Monoarfa Resmi Dicopot dari Ketua Umum PPP, Ini Alasannya

Suharso Monoarfa diberhentikan dari Ketua Umum PPP usai kegaduhan soal pribadinya dan kalangan simpatisan partai tersebut.


zoom-inlihat foto
suharso-monoarfa-2.jpg
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Plt Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa ketika ditemui di Resto Plataran, Jalan HOS Cokroaminoto, Kamis (18/4/2019). (KOMPAS.com/JESSI CARINA )


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pimpinan 3 Majelis DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah melakukan musyawarah dan memutuskan mencopot Suharso Monoarfa sebagai Ketua Umum.

Atas keputusan tersebut, PPP rencananya akan menunjuk seorang pelaksana tugas (Plt) sebagai pengganti Suharso Monoarfa.

Dikutip dari Tribunnews.com, Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP PPP Usman M. Tokan mengungkapkan pemberhentian itu dilakukan usai pimpinan 3 Majelis partai menanggapi ramai serta kegaduhan soal Suharso Monoarfa secara pribadi dan kalangan simpatisan PPP.

"Sehingga pada tgl 30 Agustus 2022, dengan berat hati, Pimpinan 3 Majelis yang merupakan Majelis Tinggi DPP akhirnya melayangkan surat ketiga yang atas dasar kewenangannya mengeluarkan Fatwa Majelis yakni Memberhentikan Saudara Suharso Monoarfa dari Jabatan Ketua Umum DPP PPP terhitung sejak surat tersebut ditandatangani," jelas Usman saat dikonfirmasi Tribunnews, Senin (5/9/2022).

Usman menuturkan pada tanggal 2 hingga 3 September berlokasi di Bogor, Mahkamah Partai melakukan rapat serta mengeluarkan Pendapat Mahkamah Partai.

"Bahwa menyepakati usulan 3 Pimpinan Majelis untuk memberhentikan Saudara Suharso Monoarfa dari jabatan Ketua Umum DPP PPP masa bakti 2020-2025," bebernya.

Kemudian, 3 Pimpinan Majelis DPP PPP meminta saran hukum Mahkamah Partai dengan AD/ART PPP, dan meminta Pengurus Harian (PH) DPP PPP segera melakukan rapat guna memilih serta menetapkan Plt Ketua Umum untuk mengisi jabatan tersebut.

Baca: Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Lebih lanjut, Usman mengatakan keputusan yang diambil para majelis sudah meminta pertimbangan sejumlah pihak.

Satu di antaranya ialah Ketua Majelis Syari'ah KH Mustofa Aqil Siraj.

"Selaku Ketua Majelis Syari’ah yang ucapannya, pandangannya, nasihatnya serta fatwanya harus diikuti oleh seluruh pengurus, kader dan simpatisan PPP seluruh Indonesia," tuturnya.

"Selaku Ketua Majelis Syari’ah dalam arahannya meminta agar persoalan ini harus segera dapat diselesaikan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat dalam rangka kemaslahatan umat, bangsa dan negara, sesuai kaidah dan aturan organisasi PPP yg berazaskan Islam ini," imbuh dia.

Baca: Begini Alur Pendaftaran Partai Politik, Verifkasi dan Penetapan Peserta Pemilu 2024

Usman mengatakan KH Mustifa Aqil Siraj meminta kepada seluruh jajaran pengurus serta pejuang PPP untuk terus melakukan kerja-kerja organisasi dan kerja elektoral.

Terlebih, jangan hanya berfokus pada satu masalah tertentu.

"Silakan lanjutkan Program Sekolah Politik dan bedah dapil agar target perjuangan bisa terwujud. Ikhtiar politik terus kita lakukan semoga Allah meridhoi perjuangan kita, Aamiiin," tutur Usman.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved