FBI Temukan Lebih dari 11.000 Dokumen Pemerintah di Rumah Pribadi Trump

FBI menemukan lebih dari 11.000 dokumen pemerintah saat menggerebek rumah Donald Trump.


zoom-inlihat foto
mantan-presiden-as-donald-trump-berpidato-di-konferensi-tindakan-politik-konservatif.jpg
JOE RAEDLE / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP
Mantan Presiden AS Donald Trump berpidato pada Konferensi Tindakan Politik Konservatif (CPAC) yang diadakan di Hyatt Regency pada 28 Februari 2021 di Orlando, Florida.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - FBI menemukan lebih dari 11.000 dokumen dan arsip foto milik pemerintah saat menggerebek Mar-a-Lago, rumah pribadi mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dalam penggerebekan yang dilakukan tanggal 8 Agustus itu, terdapat pula 48 folder kosong berlabel "rahasia" yang disita FBI.

Hal ini terungkap dari berkas pengadilan yang dibuka hari Jumat, (2/9/2022), oleh hakim Aileen Cannon di West Palm Beach.

William Barr, mantan Jaksa Umum AS, menilai Trump tidak memiliki "alasan sah" untuk menyimpan dokumen tersebut di Mar-a-Lago jika dokumen itu dirahasiakan.

"Sejujurnya saya sangat meragukan klaim (dari Trump" bahwa 'Saya mendeklasifikasi segalanya.' Karena sejujurnya saya berpikir ini hampir mustahil dan, yang kedua, jika dia berdiri di atas beberapa kotak yang disinya tidak benar-benar diketahuinya dan berkata, 'Dengan ini saya mendeklasifikasikan segalanya di sini,' itu akan menjadi sebuah pelanggaran, menunjukkan kecerobohan seperti itu, yang hampir lebih buruk daripada mengambil dokumen itu," kata Barr dikutip dari Reuters.

Baca: Trump Sesumbar Mengaku Tahu Kehidupan Pribadi Macron lewat Data Intelijen

Salah satu berkas pengadilan yang dibuka hari Jumat lalu memberikan sedikit rincian tentang 33 kotak dan barang lain yang disita oleh FBI.

Berkas itu menunjukkan bahwa dokumen dengan label rahasia terkadang dicampur dengan buku, majalah, dan kliping koran.

Dari lebih dari 11.000 dokumen itu, 18 di antaranya diberi label "sangat rahasia", 54 diberi label "rahasia, dan 31 diberi label "confidential".

Ada pula 90 folder kosong, 48 di antaranya diberi label "rahasia". Folder lainnya mengindikasikan bahwa folder itu harus dikembalikan kepada staf sekretaris atau staf militer.

Belum diketahui mengapa folder itu kosong ataukah ada kemungkinan isi di dalamnya hilang.

Baca: Mantan Pejabat CIA: Rusia Ingin Menyusup ke Mar-a-Lago, Rumah Donald Trump

Mar-a-Lago, rumah Donald Trump di Florida, Amerika Serikat
Mar-a-Lago, rumah Donald Trump di Florida, Amerika Serikat (GIORGIO VIERA / AFP)

Penyelidikan terhadap Trump bisa ditangguhkan untuk sementara apabila Cannon setuju untuk menunjuk special master untuk meninjau dokumen sitaan secara independen.

Namun, dalam sidang dengar pendapat hari Kamis lalu, Canoon memberi tanda bahwa dia mungkin mengizinkan pejabat intelijen AS untuk terus meninjau dokumen sitaan itu sebagai bagian dari upaya mereka memperkirakan kerugian dalam hal keamanan nasional, bahkan jika special master ditunjuk.

Sebelumnya, Kementerian Kehakiman mengaku memiliki bukti bahwa dokumen-dokumen rahasia itu sengaja disembunyikan dari FBI ketika FBI berusaha mengambilnya dari rumah Trump.

Kementerian Kehakiman juga menolak penunjukan special master karena dokumen tersebut bukan milik Trump dan dia tidak bisa mengklaim bahwa dokumen itu dilindungi oleh hak istimewa eksekutif.

Baca: FBI Dapat Banyak Ancaman karena Berani Gerebek Rumah Donald Trump

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Donald Trump di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved