TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang mantan pejabat FBI bernama Peter Strzok mengatakan intelijen asing, termasuk Rusia, berusaha menyusup ke dalam Mar-a-Lago, rumah pribadi Donald Trump.
Sebelumnya, Mar-a-Lago sempat digeledah oleh FBI karena dicurigai menyimpan dokumen rahasia.
Kala masih menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), Trump diduga memindahkan dokumen tersebut dari Gedung Putih ke Mar-a-Lago.
Dalam penggeledahan tanggal 8 Agustus itu, agen FBI menyita sejumlah dokumen dari rumah Trump.
Ketika diwawancarai oleh MSNBC, Strzok ditanya apakah dia percaya bahwa intelijen Rusia ingin menyusup ke dalam Mar-a-Lago untuk mendapatkan dokumen rahasia milik AS.
"Rusia pastinya, tetapai tidak hanya Rusia, dinas intelijen asing mana pun yang kompeten, entah itu dinas intelijen Tiongkok, Iran, Kuba, dan pastinya termasuk Rusia, semuanya ingin mendapatkan akses ke Mar-a-Lago," jawab Strzok dikutip dari Newsweek, (29/8/2022).
"Saat ini yang terutama mengkhawatirkan adalah beberapa informasi yang keluar tentang kurangnya kontrol apa pun, atau pengingat tentang siapa saja yang punya akses ke Mar-a-Lago dalam waktu tertentu, khususnya dalam konteks bahwa sepertinya dokumen-dokumen rahasia berserakan di seluruh bangunan itu."
Baca: Trump Sebut FBI Sita Semua Paspornya saat Penggerebekan di Mar-a-Lago
Strzok dipecat dari FBI setelah pesan teks antara dia dan pengacara FBI bernama Lisa Page bocor.
Pesan di antara mereka memuat percakapan yang menentang Trump. Bahkan, hingga kini Strzok tetap mengkritik mantan Presiden AS itu.
Pada tahun 2020 dia menerbitkan buku tentang Trump berjudul Counterinelligence and the Threat of Donald J. Trump.
Baca: FBI Dapat Banyak Ancaman karena Berani Gerebek Rumah Donald Trump
Menurut Strzok, intelijen asing tetap akan berusaha mendapatkan akses ke Mar-a-Lago, terlepas dari kenyataan apakah mereka tahu memang ada dokumen rahasia yang disimpan di sana.
"Dan itu pastinya hal yang akan dikhawatirkan oleh komunitas intelijen AS dan terutama FBI, berupaya menentukan siapa yang punya akses ke area itu, yang punya akses ke tempat penyimpanan, dan apa yang mereka perlukan untuk memitigasi kerusakan apa pun yang mungkin terjadi," kata dia menambahkan.
Menjelang penggeledahan di Mar-a-Lago, beberapa orang berspekulasi tentang siapa yang memberikan informasi kepada FBI mengenai dugaan bahwa Trump menyimpan dokumen rahasia.
Karl Rove, politikus partai Demokrat, berujar pejabat Secret Service mungkin pelakunya.
Baca: Mengenal Mar-a-Lago, Rumah Pribadi Donald Trump yang Digerebek FBI
Trump geram dengan penggeledahan itu dan berulang kali mengaku tidak bersalah.
Bahkan, dia menyebut penggeledahan FBI itu sebagai aksi "berburu penyihir" yang dilakukan oleh partisan dan menargetkan dia serta keluarganya.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Donald Trump di sini