Sebut Ada Jenderal Bintang 3 Takut Tangani Kasus Sambo, Kamaruddin: Sambo Ada yang Back Up

Kamaruddin buka-bukaan soal adanya jenderal bintang tiga yang takut tangani kasus Ferdy Sambo


zoom-inlihat foto
Pengacara-Brigadir-J-Kamaruddin-Simanjuntak-met-menangani-kasus-Ferdy-Sambo.jpg
KompasTV
Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menyebut ada jenderal bintang tiga yang merasa ketakutan saat menangani kasus Ferdy Sambo.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beredar kabar ada jenderal bintang tiga yang takut menangani kasus Ferdy Sambo.

Hal tersebut disampaikan oleh pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak saat menjadi narasumber di AIMAN Kompas TV.

Jenderal bintang tiga tersebut, kata Kamaruddin, merasa ketakutan saat menangani kasus Ferdy Sambo.

Dia mengaku tak tahu apakah yang diutarakan tersebut benar atau bercanda saja.

Akan tetapi, pengacara keluarga Brigadir J ini berpendapat Ferdy Sambo memang memiliki sosok pelindung.

" 'Abang terlalu berani, kami aja ketakutan', 'Kenapa kalian takut?', 'Harusnya mafia takut sama kita'," kata Kamaruddin dikutip dari Tribun Jakarta.

"Saya enggak tahu bercanda atau engga, mereka enggak tahu siapa kawan siapa lawan, Ferdy Sambo ini walau bintangnya dua ada yang back up dia," kata dia.

Bahkan, Kamaruddin juga membeberkan soal dirinya yang mengirim bukti soal kasus yang menjerat Eks Kadiv propam Polri tersebut.

"Sebagai bukti nih, saya mau nge-WA bukti ke hp penyidik, nah penyidik yang ketakutan," kata Kamaruddin.

"Takut HP-nya dipantau, ada juga penyidik yang menolak bukti," sambungnya.

Kolase Kamaruddin dan Ferdy Sambo.
Kolase Kamaruddin dan Ferdy Sambo. (Handover)

Awalnya, kata Kamaruddin, ada jenderal bintang tiga yang curhat kepada dia.

Ia membahas tentang uang Brigadir J sebesar Rp200 juta yang ditransfer oleh seseorang ke rekening Bripka RR.

Kamaruddin menduga hal itu dilakukan oleh suami Putri Candrawathi, Ferdy Sambo.

"Jadi di sini ada kejahatan perbankan libatkan PPATK supaya terang, karena kalau di sana terus yan menyidik, jenderal bintang curhat ke saya," tutur Kamaruddin.

Dugaan Adanya Master Mind 'Kerajaan Sambo' di Polri

Nama mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo menyita perhatian publik karena kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinasnya pada 8 Juli 2022 lalu.

Kasus tersebut pun kian merembet lantaran Ferdy Sambo menjadi otak pembunuhan Brigadir J.

Tak hanya sampai situ saja, kini muncul istilah "Kerajaan Sambo".

Baca: Respons Polri Terhadap Banding Ferdy Sambo Setelah Dipecat Tidak Hormat

Baca: Ferdy Sambo Hadiri Sidang Kode Etik, Pakar Ekspresi: Kok Bisa Sesantai Itu

Mengenai istilah tersebut, Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mahfud MD mengungkapkan ucapannya tentang "Kerajaan Sambo" di hadapan Komisi III DPR, Senin (22/8/2022) lalu.

Mahfud mengatakan awalnya mendapatkan informasi tentang Ferdy Sambo yang memimpin tiga jenderal bintang satu atau brigadir jenderal.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved