AS Digugat gara-gara Proyek Besar di Puerto Rico Senilai Rp885 Triliun

Pemerintah Amerika Serikat digugat karena proyek pengerukan di Puerto Rico dinilai membahayakan ekosistem.


zoom-inlihat foto
Teluk-San-Juan-Puerto-Rico.jpg
RICARDO ARDUENGO / AFP
Sebuah kapal berlabuh di Teluk San Juan, Puerto Rico, (22/6/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Center of Biological Diversity mengajukan gugatan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) sehubungan dengan rencana pengerukan di Teluk San Juan, Puerto Rico, (16/8/2022).

Proyek pengerukan di teluk terbesar di Puerto Rico itu dikhawatirkan mengancam kehidupan hewan liar dan masyarakat sekitarnya.

AS berencana mengeruk dan memperbesar Teluk San Juan agar bisa mengakomodasi kapal tanker besar yang mengangkut gas alam cair.

Lembaga pemerhati lingkungan itu mengatakan proyek pengerukan bakal menghilangkan sedimen dasar laut seluas 2,2 juta yard.

Dilansir dari USA Today, proyek bernilai $60 juta atau Rp885 triliun itu direncanakan berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Material hasil pengerukan akan dipindahkan ke Cagar Alam Muara Laguna Condado yang populer sebagai tempat wisata.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah, 24 Maret 1989, Tanker 11 Juta Galon Minyak Exxon Tumpah di Laut Alaska AS

Dalam gugatan itu juga disebutkan bahwa masyarakat di sekitar pantai utara milik AS bisa berisiko terkena polusi, ledakan, dan tumpahan minya jika pengerukan itu telah selesai dan pelabuhan mulai beroperasi.

Disebutkan bahwa pihak pengeruk, US Army Corps of Engineer, tidak berkonsultasi dulu dengan masyarakat yang bisa terdampak.

"Proyek ini akan menghancurkan karang dan mengancam masyarakat dan makin memperparah ketergantungan pulau itu pada bahan bakar fosil," kata Catherine Kilduff, pengacara lembaga itu, kepada Associated Press.

Gugatan turut diajukan oleh kelompok pemerhati lingkungan lainnya, yakni CORALations dan El Puente de Willamsburg Inc.

US Army Corps of Engineer punya waktu 60 hari untuk merespons gugatan itu sebelum hakim menjatuhkan keputusan.

Baca: Jutaan Kerang Hijau Muncul di Laut Karawang, Diduga Efek Tumpahan Minyak

Ilustrasi Pengadilan
Ilustrasi Pengadilan (Palu.tribunnews.com)

Pihaknya sempat berkata bahwa material hasil pengerukan di sana bisa digunakan untuk menguruk bagian tanah yang rendah dan menciptakan habitat rumput laut.

Di sisi lain, pihak penggugat mengatakan jika proyek itu telah selesai, kapal-kapal yang membawa minyak dan gas akan mengangkut enam kali lipat kapasitas kapal yang kini beroperasi di pelabuhan tersibuk di Puerto Rico itu.

Penggugat meminta US Army Corps of Engineer menjelaskan dampak lingkungan dalam proyek itu.

"Amat banyak ekonomi Puerto Rico yang bergantung pada sumber daya pesisir, misalnya pariwasata dan penangkapan ikan," kata Kilduff menjelaskan.

Selain itu, penggugat juga memperingatkan bawah proyek itu bakal mempercepat kerusakan dan erosi di area bangunan bersejarah, termasuk dua benteng bersejarah yang dibangun pada masa kolonial.

"Dinas itu (US Army Corps of Engineer) gagal memeriksa dengan cermat tentang dampak langsung, tidak langsung, dan kumulatif, mengenai keputusannya sebelum bertindak," demikian pernyataan dalam gugatan itu.

Baca: Demo Tolak Tambang Emas di Takengon: Jangan Keruk Emas di Tanah Leluhur Kami!

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Puerto Rico di sana

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved