Salman Rushdie Mulai Bisa Berbicara, sang Putra: Selera Humornya Masih Utuh

Putra Salman Rushdie mengatakan ayahnya masih memiliki selera humor meski kini dalam kondisi kritis.


zoom-inlihat foto
Penulis-Salman-Rushdie.jpg
JOEL SAGET / AFP
Penulis Salman Rushdie ketika sesi foto di Paris, Prancis, (10/9/2018).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Putra penulis Salman Rushdie, Zafar Rushdie, berujar ayahnya sudah bisa berbicara beberapa patah kata.

Meski Rushdie kini masih dalam kondisi kritis, Zafar menyebut "selera humor" ayahnya masih "utuh".

Rushdie ditikam pada hari Jumat, (12/8/20220, kala memberikan kuliah di Lembaga Chautauqua di New York, Amerika Serikat (AS).

Dia sempat menggunakan ventilator, tetapi alat bantu pernapasan itu kini sudah dicopot.

"Kami sangat lega karena kemarin ventilator dan tambahan oksigen untuknya telah dicopot dan dia bisa berkata beberapa patah kata," kata Zafar dikutip dari The Times, (15/8/2022).

"Meskipun dia mengalami luka parah yang mengubah hidupnya, selera humornya yang penuh semangat tetap utuh."

Baca: Salman Rushdie

Zafar turut menyinggung gagasan tentang kebebasan berpendapat yang sering dikaitkan dengan ayahnya.

Menurutnya, kebebasan berbicara atau berpendapat merupakan "kehidupan" bagi ayahnya.

"Kebebasan berpendapat adalah segalanya, faktor yang paling utama," kata dia menjelaskan.

Baca: Calon PM Inggris: Penikaman Salman Rushdie Jadi Peringatan bagi Barat tentang Iran

Dia juga mengucapakan terima kasih kepada banyak orang yang turut membantu ayahnya.

"Kami sangat berterima kasih kepada semua tamu yang dengan berani segera bergegas untuk membantunya dan melakukan pertolongan pertama, beserta polisi dan dokter yang menjaganya, dan atas cinta kasih dan dukungan yang diberikan dari seluruh dunia."

Agen Rushdie, Andrew Wyle, sempat berujar bahwa penulis kontroversial itu bisa kehilangan satu matanya karena tikaman itu.

"Proses pemulihan dimulai. Prosesnya panjang; lukanya parah, tetapi kondisi akan membaik," kata Wyle.

Baca: Media Garis Keras di Iran Puji Hadi Matar yang Tikam Salman Rushdie

Salman Rushdie dibawa ke dalam helikopter beberapa saat setelah ditikam di Chautauqua, New York, Amerika Serikat.
Salman Rushdie dibawa ke dalam helikopter beberapa saat setelah ditikam di Chautauqua, New York, Amerika Serikat. (HORATIO GATES / AFP)

Serangan itu terjadi dua pekan setelah Rushdie berujar bahwa hidupnya "kembali normal" dan tidak perlu bersembunyi lagi.

Rushdie sering mendapat ancaman setelah menerbitkan novel Ayat-Ayat Setan yang dikecam oleh sebagian umat Islam di dunia.

Novel itu dianggap melecehkan Nabi Muhammad dan dilarang beredar di sejumlah negara.

Pada tahun 1989 pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khomeini, mengeluarkan fatwa yang isinya meminta Rushdie dibunuh.

Semenjak itu Rushdie terpaksa dijaga oleh polisi selama 24 jam. Dia terpaksa menghabiskan satu dasawarsa hidupnya dalam penjagaan ini.

Baca: Hadi Matar, Penikam Salman Rushdie, Bersikeras Mengaku Tak Bersalah

Sang penikam Rushdie adalah seorang pemuda 24 tahun bernama Hadi Matar.

Matar didakwa melakukan pembunuhan berencana. Namun, hingga kini dia bersikeras mengaku tidak bersalah.

Dia ditahan tanpa jaminan. Ibunya, Silvana Fardos, berujar bahwa putranya "bersalah atas aksinya" itu. Fardos juga mengaku tidak akan berbicara lagi kepada putranya.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Salman Rushdie di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved