Kala itu, staf LPSK mendatangi Kantor Propam berjumlah 2 orang yang sedang melakukan koordinasi dengan Ferdy Sambo tentang pengajuan permohonan perlindungan termasuk untuk Bharada E.
Edwin membeberkan kejadian pemberian amplop itu terjadi saat salah satu staf LPSK sedang menunaikan ibadah salat di Masjid Mabes Polri.
Sementara, satu staf LPSK lainnya menunggu di ruang tunggu Kantor Propam.
"Pada saat kesempatan tersebut, salah seorang staf berseragam hitam dengan garis abu-abu, menyampaikan titipan/pesanan “Bapak” untuk dibagi berdua diantara Petugas LPSK," kata Edwin.
Edwin menyebut pesanan yang disampaikan itu berupa map yang didalamnya berisi amplop cokelat dengan ketebalan masing-masing 1 cm.
Meski begitu, belum sampai amplop dibuka, seorang staf LPSK tersebut langsung menolak dan meminta untuk amplop itu dikembalikan.
"Staf tersebut menyodorkan sebuah map yang didalamnya terdapat 2 amplop coklat dengan ketebalan masing-masing 1 cm," ujarnya.
"Petugas LPSK tidak menerima titipan/pesanan tersebut dan menyampaikan kepada staf tersebut untuk dikembalikan saja," imbuh Edwin.
Pihaknya belum dapat memastikan isi amplop tersebut
Lebih jauh, Edwin mengatakan staf LPSK itu bahkan tidak memegang amplop tersebut dan memilih langsung memerintahkan petugas untuk mengembalikan amplopnya.
"Ngga ada. Sudah patut diduga. Langsung staf kami tolak saja pemberian itu," sambungnya.
Kejadin tersebut, kata Edwin membuat staf LPSK itu kaget.
Alhasil, mereka tidak sempat menanyakan lebih rinci soal amplop itu dan memilih langsung mengembalikan.
"Dikasih begitu saja sudah bikin shock staf LPSK. Ngga terpikir lagi untuk tanya detail dan tau isinya apa," katanya.
(TRIBUNNEWSWIKI/Puan/Ka)