TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama Deolipa Yumara akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik.
Deolipa Yumara yang berperan sebagai pengacara Bharada E dalam kasus tewasnya Brigadir J.
Lantas siapa sebenernya Deolipa Yumara ?
Inilah informasi yang berhasil Tribunnewswiki himpun terkait sosok Deolipa Yumara.
Deolipa Yumara saat ini menjadi pengacara Bharada E dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Tak hanya sebagai pengacara saja, Deolipa Yumara juga seprang musisi.
Dulu ia pernah bergabung dalam band bernama Deolipa Project.
Baca: Ferdy Sambo Minta Maaf Beri Informasi Tak Benar soal Kematian Brigadir J
Baca: Daftar 31 Polisi yang Diduga Langgar Kode Etik di Kasus Brigadir J
Band Deolipa Project tersebut beranggotakan Deolipa Yumara (Vokalis), Irul (Lead Gitar), Eta (Gitar 2), Denovan (Drum), dan Ilham (Keyboard dan Synthesizer).
Sebagai informasi, Deolipa Yumara sebelum menjadi pengacara Bharada E ia pernah menangani kasus Angel Lelga pada Juni 2022 terkait kasus penipuan Kripto.
Diketahui Deolipa Yumara resmi menjadi pengacara pada tahun 2010.
Hal tersebut ia dapat usai mendapatkan pengesahan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta.
Dia juga pernah bergabung dalam DPN Pusat Peradi bagian pengurus Hak Asasi Manusia atau HAM.
Deolipa pun pernah terpilih menjadi ketua umum API (Asosiasi Pengacara Indonesia) pada tahun 2019.
Deolipa Yumara Tahu Dirinya Tak Lagi Jadi Pengacara Bharada E Lewat WA: Biasanya Dia Tulis Tangan
Deolipa Yumara mempertanyakan pencabutan surat kuasa yang dilakukan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.
Deolia Yumara mengakui dirinya dan Muhammad Burhanuddin telah dicabut surat kuasanya sebagai pengacara Bharada E.
Namun, ia mempertanyakan surat kuasa tersebut ditulis dengan ketikan bukan tulisan tangan yang biasanya dilakukan oleh Bharada E.
"Surat cabut kuasa, tapi tulisannya diketik. Tentunya posisinya Bharada E di tahanan nggak mungkin mengetik. Biasanya dia tulis tangan," kata Deolipa dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (11/8/2022).
Tribunnews.com mengutip program Kontroversi di YouTube metrotvnews.
Dalam tayangan tersebut, Deolipa mengaku dirinya telah menerima surat pencabutan kuasa itu melalui pesan WhatsApp.