Rusia Disebut Rekrut Relawan untuk Perang di Ukraina, Iming-imingi Gaji Tinggi

Rusia sedang merekrut puluhan ribu relawan untuk keperluan perang di Ukraina.


zoom-inlihat foto
Kota-Vinnytsia-Ukraina.jpg
STR / UKRAINE EMERGENCY SERVICE / AFP
Sebuah gedung di Kota Vinnytsia, Ukraina, rusak akibat serangan udara Rusia, (14/7/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia dilaporkan tengah merekrut ribuan sukarelawan untuk menambah pasukannya di Ukraina.

Warga Rusia diminta bergabung untuk menunjukkan patriotisme. Dalam rekrutmen ini, pengalaman militer tidak selalu disyaratkan.

Menurut hasil analisis, diperkirakan ada lebih dari 30.000 relawan yang dimobilisasi untuk menggantikan tentara Rusia yang tewas atau hilang.

Pekan lalu, Kepala Intelijen Inggris MI6, Richard Moore, mengatakan," Rusia akan makin susah menambah pasukan dan peralatan selama beberapa pekan mendatang."

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin sudah lama menolak ide mobiliasi di Rusia.

Batalion sukarelawan diperkirakan bisa menjadi cara Rusia untuk menambah pasukan tanpa harus mengeluarkan langkah yang ekstrem, yakni mobilisasi besar-besaran.

Para sukarelawan kemungkinan akan ditempatkan wilayah yang terisolasi. Mereka diduga diiming-imingi upah besar.

Baca: Jadi Relawan Perang Ukraina, Mantan Marinir AS Tewas di Medan Pertempuran Melawan Rusia

"Beberapa batalion akan ambil bagian untuk mendukung pasukan tempur dan operasi yang mendukung pasukan (seperti logistik dan batalion komunikaso), sedangkan yang lainnya akan menguatkan satuan militer yang telah ada atau membantuk batalian tempur," kata Kateryna Stepanenko, peneliti tentang Rusia pada Institut Penelitian Perang di Washington, Amerika Serikat (AS), dikutip dari CNN International.

"Pelatihan dalam waktu singkat sepertinya tidak akan membuat para relawan yang tidak berpengalaman menjadi tentara yang efektif pada unit apa pun."

Menurut Stepanenko, rekrutmen itu diperintahkan dari Moskwa.

"Kremlin dilaporkan meminta semua warga di 85 wilayah federal Rusia (wilayah Federasi Rusia ditambah Krimea dan Seveastopol yang diduduki) untuk merekrut batalion sukarelawan untuk menghindari adanya pengumuman mobilisasi secara penuh atau sebagian di Rusia."

Baca: Demi Wujudkan Perbatasan Donetsk & Lugansk, Pasukan Rusia Terus Rekrut Warga Jadi Sukarelawan

Asap terlihat dari Bandara Dnipro, Ukraina, setelah ada serangan roket dari Rusia, 10 April 2022.
Asap terlihat dari Bandara Dnipro, Ukraina, setelah ada serangan roket dari Rusia, 10 April 2022. (RONALDO SCHEMIDT / AFP)

Kata dia, wilayah-wilayah di Rusia juga diharapkan membantu mendanai proses rekrutmen.

Pendanaan ini memberatkan APBD. Sebagai contoh, wilayah Krasnoyark di Siberia harus menyisihkan sekitar $2 juta untuk membantu proyek rekrutmen ini.

Persyaratan untuk menjadi sukarelawan juga berbeda-berbeda di tiap tempat.

Di Kazan, Tatarstan, rekrutmen hanya bisa diikuti oleh pria berusia di bawah 49 tahun dan sudah memiliki pengalaman militer.

Calon relawan akan ditawari kontrak berdurasi 4 bulan.

Baca: Ukraina Sebut 20.000 Relawan Asing dari 52 Negara Ingin Ikut Bertempur Melawan Rusia

Di tempat lain, pria hingga usia 60 tahun dan tidak memiliki catatan kriminalitas diperbolehkan mendaftar.

Relawan dijanjikan gaji yang jauh lebih tinggi daripada gaji rata-rata di wilayah mereka tinggal.

Sebagai contoh, batalion relawan yang dibentuk di Perm dan Kirov ditawari gaji mulai 300.000 rubel per bulan.

Adapun di Bashkortosan gaji minimal ialah 280.000 rubel. Relawan Baskhir dari Bashkortosan juga dijanjikan tambahan upah 8.000 per hari untuk operasi militer.

Sementara itu, gaji rata-rata di wilayah itu hanyak 30.000 hingga 45.000 atau sekitar sepersepuluh gaji relawan.

Baca: Rusia Kembali Luncurkan Serangan Rudal ke Kiev dan Chernihiv

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Rusia di sini

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved