Jadi Relawan Perang Ukraina, Mantan Marinir AS Tewas di Medan Pertempuran Melawan Rusia

Seorang mantan Marinir Amerika Serikat (AS) tewas di medan pertempuran bersama pasukan Ukraina dalam perang melawan Rusia.


zoom-inlihat foto
krisis-ukraina-5.jpg
AFP/ARIS MESSINIS
Asap mengepul setelah serangan Rusia di pusat perbelanjaan Retroville dan distrik perumahan Kyiv pada 21 Maret 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang mantan Marinir Amerika Serikat (AS) tewas di medan pertempuran bersama pasukan Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Ini menjadi kematian pertama yang diketahui dari seorang warga negara AS yang memerangi pasukan Rusia di Ukraina.

Dikutip TribunnewsWiki dari Al Jazeera Rebecca Cabrera mengatakan kepada CNN bahwa putranya, Willy Joseph Cancel (22) terbunuh pada Senin (25/4/2022) saat bekerja untuk sebuah perusahaan kontraktor militer swasta yang mengirimnya ke Ukraina.

Cabrera mengatakan putranya telah bekerja sebagai petugas koreksi di Tennessee dan telah mendaftar untuk bekerja dengan kontraktor militer swasta sesaat sebelum pertempuran dimulai di Ukraina pada akhir Februari 2022 lalu.

Dia mengatakan kepada CNN bahwa dia setuju untuk pergi ke Ukraina.

“Dia ingin pergi karena dia percaya pada apa yang diperjuangkan Ukraina, dan dia ingin menjadi bagian dari itu untuk menahannya di sana sehingga tidak datang ke sini, dan mungkin tentara Amerika kita tidak perlu terlibat di dalamnya,” katanya.

Ketika perang dimulai, Ukraina membentuk kelompok pejuang sukarelawan asing yang terdiri dari veteran militer untuk melengkapi pasukan regulernya.

Baca: Tak Tinggal Diam, Kanada Bakal Gunakan Aset Rusia yang Disita untuk Bantu Korban Perang di Ukraina

Baca: Mulai Muak, Putin Beri Ancaman Serangan Secepat Kilat Jika NATO Berani Campur Tangan di Ukraina

Ribuan orang mendaftar dan melakukan perjalanan ke Ukraina melalui negara-negara tetangga seperti Polandia.

Banyak yang dengan cepat dilemparkan ke pertahanan Kyiv, menurut sebuah laporan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington, DC.

Cabrera mengatakan tubuh putranya belum ditemukan.

"Mereka belum menemukan mayatnya," katanya.

"Mereka mencoba, orang-orang yang bersamanya, tetapi itu entah mengambil tubuhnya atau terbunuh, tetapi kami akan senang jika dia kembali kepada kami."

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved