Apa Itu Empty Sella Syndrome? Penyakit yang Diderita Ruben Onsu, Ini Gejala yang Ditibulkan

Inilah penjelasan tentang apa itu empty sella syndrome yang saat ini diidap oleh presenter Ruben Onsu.


zoom-inlihat foto
EMPYAM.jpg
Kolase Tribunnewswiki
Empty Sella Syndrome, penyakit yang diidap presenter Ruben Onsu


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penyakit empty sella syndrome akhir-akhir ini banyak dibahas lantaran penyakit ini diidap oleh salah satu artis Indonesia, Ruben Onsu.

Presenter ini juga menyebutkan kondisi yang dialaminya itu membuatnya dilarikan ke ICU pada awal Juni 2022 hingga dirawat beberapa waktu.

Ruben Onsu bahkan beberapa kali dikabarkan masuk rumah sakit guna memperoleh perawatan akibat penyakitnya itu.

Kabar beredar, suami sarwendah ini juga harus menjalani pengobatan di Singapura supaya kondisinya bisa pulih kmbali seperti sedia kala.

Diketahui Ruben Onsu sempat bungkam saat ditanya soal penyakit yang diidapnya.

Sampai akhirnya, ayah Betrand Peto ini menceritakan kondisinya di depan Raffi Ahmad dan Irfan Hakim, dikutip dari Tribun Medan.

“Jadi kemaren itu aku udah MRI jadi ada bercak-bercak putih di bagian otak A', dan yang kedua juga ada Empty Sella Syndrome,” ungkap Ruben Onsu dalam acara For Your Pagi (FYP), Senin (18/7/2022).

Lantas apa itu Empty Sella Syndrome?

Simak berbagai informasi terkait Empty Sella Syndrome berikut ini yang berhasil Tribunnewswiki himpun dari berbagi sumber:

Empty Sella Syndrome adalah suatu kondisi di mana kelenjar pituitari menyusut atau menjadi rata, seperti dilansir dari Mountsinai.org.

Jadi, Empty Sella Syndrome merupakan satu kondisi di mana adanya penyusutan dari kelenjar pituitary atau hipofisis.

Sementara itu dikutip dari situs National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), empty sella syndrome (ESS) adalah gangguan yang melibatkan sella tusika, struktur tulang di dasar otak yang mengelilingi serta melindungi kelenjar pituitari yang ada di dasar otak.

Kondisi ini terbagi menjadi 2 jenis, yaikni primer dan sekunder.

Baca: Apa Itu Sindrom Ramsay Hunt? Penyakit Kelumpuhan Wajah yang Diderita Justin Bieber

Baca: Penyintas Wajib Tahu, Ini Hal yang Harus Dilakukan Jika Alami Post Covid Syndrome

Untuk ESS primer terjadi saat cacat anatomi kecil di atas kelenjar pituitari.

Ini memungkinkan cairan tulang belakang mengisi sebagian atau seluruh sella tursika.

Sementara ESS sekunder sendiri yaitu hasil dari kemunduran kelenjar pituitari di dalam rongga setelah cedera, pembedahan, atau terapi radiasi.

Secara normal, kelenjar pituitary atau hipofisis ini ada pada bagian depan dari dasar tengkorak. Kelenjar ini berukuran sebesar kacang polong yang terletak di bagian bawah otak.

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Saraf di Rumah Sakit Otak Nasional di Jakarta Timur, dr Viola Maharani Sp.S, Kamis (22/7/2022).

Dokter Spesialis Saraf ini juga menjelaskan, secara normal, kelenjar pituitary atau hipofisis ini ada pada bagian depan dari dasar tengkorak.

Kelenjar ini berukuran sebesar kacang polong, dia berada di bagian bawah otak.

Empty Sella Syndrome
Empty Sella Syndrome (https://www.mountsinai.org/)




Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
  • Film - My Blackberry Girlfriend

    My Blackberry Girlfriend adalah sebuah film drama komedi
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved