Inggris: Setengah Mata-Mata Rusia di Eropa Telah Diusir sejak Awal Invasi

Kepala badan intelijen Inggris mengatakan sudah ada lebih dari 400 mata-mata Rusia yang diusir dari Eropa.


zoom-inlihat foto
Logo-MI6-badan-intelijen-Inggris.jpg
Wikimedia Commons
Logo MI6, badan intelijen Inggris


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Richard Moore, Kepala MI6 atau badan intelijen Inggris, mengatakan sudah ada setengah dari seluruh mata-mata Rusia di Eropa yang diusir sejak invasi di Ukraina dimulai.

Hal itu diungkapkan Moore dalam Konferensi Keamanan Aspen di Colorado, Amerika Serikat (AS).

Menurut Moore, mata-mata Rusia menyembunyikan identitas melalui penyamaran diplomatik.

Moore berujar ada sekitar 400 diplomat Rusia di sejumlah negara di Eropa yang telah diusir

Pengusiran ini mengurangi jumlah aktivitas spionase Rusia secara signifikan.

Moore menyebut badan-badan intelijen di Barat sudah melakukan upaya yang "cukup kompak" dalam menghalangi jaringan spionase Rusia sejak negara itu menyerbu Ukraina.

"Jadi, di seluruh Eropa, kira-kira setengahnya, setidaknya lebih dari 400 intelijen Ruisa yang beroperasi di bawah penyamaran diplomatik, telah diusir," kata Moore dikutip dari The Guardian, (22/7/2022).

"Ini mungkin mengurangi setengah kemampuan mereka di Eropa dalam memata-matai."

Baca: Intelijen AS & Inggris: Pemerintah Tiongkok Lakukan Spionase, Ingin Curi Teknologi

Mata-mata Rusia disebut beroperasi dengan menyamar menjadi seseorang dengan profesi tertentu di kedutaan Rusia.

Hanya sedikit dari mereka yang menyamar menjadi warga sipil biasa dan beroperasi di luar jaringan diplomatik.

Jerman dilaporkan telah mengusir 40 diplomat pada bulan April, sedangkan Prancis mengusir 41.

Inggris hingga saat ini menjadi salah satu dari sedikit negara yang belum mengusir diplomat atas tuduhan spionase.

Diperkirakan ini karena Inggris telah meminta 23 diplomat angkat kaki tahun 2018 setelah adanya kasus keracunan di Salisbury dan diyakini belum ada yang digantikan.

Baca: Microsoft: Hacker Rusia Sudah Jalankan Operasi Siber di Ukraina Setahun sebelum Invasi

Moore meyakini perang di Ukraina bisa dimenangkan oleh Kiev.

Rusia, menurut Moore, akan kesusahan mendatangkan tentara dan senjata pada beberapa pakan mendatang.

Dia berujar perang di Ukraina memasuki titik kritis sebelum pergantian musim.

Peluncur roket BM-21
Peluncur roket BM-21 "Grad" milik Ukraina meluncurkan roket ke arah pasukan Rusia di Donbas, 10 April 2022. (ANATOLII STEPANOV / AFP)

Selain itu, dengan banyak bantuan senjata dari Barat, Ukraina akan melakukan serangan balik pada beberapa pekan mendatang.

"Ini penting, saya pikir bagi orang Ukraina sendiri, bahwa mereka menunjukkan kemampuan mereka untuk melakukan serangan balik," kata dia.

Baca: Putin Sebut Barat Tak Bisa Kucilkan Rusia dari Dunia, Sanksi Tak Mempan

Moore juga menyinggung rumor bahwa kondisi Presiden Rusia Vladimir Putin sedang buruk karena kanker atau penyakit parah lainnya.

Menurutnya, belum ada bukti bahwa Putin menderita penyakit serius.

Selain itu, Moore juga setuju dengan Kepala CIA Bill Burns bahwa Tiongkok tidak memasok senjata kepada Rusia.

Kata dia, Tiongkok khawatir bakal dijatuhi sanksi ekonomi dari Barat.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Rusia di sini

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved