TRIBUNNEWSIWKI.COM - Microsoft mengungkap bahwa peretas atau hacker pemerintah Rusia sudah menjalankan operasi siber di Ukraina setahun sebelum invasi dimulai.
Pernyataan ini dikeluarkan oleh Microsoft dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Rabu, (27/4/2022).
Serangan-serangan dari peretas Rusia diduga dilakukan untuk membantu propaganda dan serangan militer Rusia.
Laporan itu juga menunjukkan bahwa aktivitas peretasan memiliki peran lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Menurut peneliti Microsoft, operasi siber yang dilakukan sebelum invasi barangkali menjadi dasar bagi misi militer lainnya di Ukraina.
Kata Microsoft, ada sebanyak 37 serangan siber Rusia yang menargetkan Ukraina antara 23 Februari hingga 8 April.
Dikutip dari Reuters, laporan Microsoft ini belum ditanggapi oleh Kedutaan Rusia di Washington, Amerika Serikat (AS).
Baca: Para Hacker Dipanggil, Ukraina Bentuk Tentara IT untuk Lawan Serangan Siber Rusia
Pakar mengatakan temuan Microsoft ini menunjukkan bahwa perang pada era moden bisa menggabungkan serangan siber dengan serangan fisik/kinetik.
"Para jenderal dan mata-mata Rusia mencoba menjadikan serangan siber sebagai bagian dari upaya perang mereka sembari bertempur di medan perang," kata Thomas Rid, guru besar Studi Strategis di Sekolah Studi Lanjutan Hubungan Internasional Paul H. Nitze, Universitas Johns Hopkins.
Microsoft mengatakan operasi militer dan operasi siber Rusia memiliki target yang sama dan bekerja bersama-sama.
Namun, Microsoft tidak bisa memastikan apakah kesamaan ini muncul karena adanya keputusan yang terkoordinasi atau hanya karena memiliki target yang sama.
Baca: Hacker Pemerintah Rusia Disebut Telah Terobos Sistem Militer Ukraina
Sebagai contoh, pada tanggal 1 Maret rudal Rusia menghantam menara televisi di Kiev.
Pada hari yang sama, perusahaan media di Kiev juga mendapat serangan siber.
Contoh lainnya adalah serangan peretas Rusia yang menargetkan jaringan pemerintah di Kota Vinnytsia tanggal 4 Maret lalu.
Dua hari kemudian, rudal Rusia menghancurkan bandara di kota tersebut.
Sementara itu, Victor Zhora, pejabat Ukraina di bidang keamanan siber, mengatakan Rusia terus melakukan serangan siber yang menargetkan perusahaan telekomunikasi setempat dan operator energi.
"Saya percaya bahwa mereka [peretas Rusia] bisa melakukan lebih banyak serangan ke sektor ini," kata Zhora pada hari Rabu.
Zhora mengatakan Ukraina tidak boleh meremehkan para peretas Rusia.
Dia kemudian berterima kasih kepada Microsoft, pemerintah AS, dan sekutu Ukraina di Eropa atas bantuan keamanan siber yang diberikan.
Baca: Setelah Dikritik, Jerman Kini Nyatakan Bakal Kirim Senjata Berat ke Ukraina
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini