Rusia Ajukan RUU yang Melarang Diskusi Gaya Hidup 'Childfree'

Anggota parlemen Rusia ingin melarang diskusi gaya hidup "tanpa anak".


zoom-inlihat foto
Vyacheslav-Volodin-3.jpg
STRINGER / AFP
Ketua Majelis Rendah Rusia, Vyacheslav Volodin, berbicara saat konferensi di Majelis Nasional Nikaragua, 24 Februari 2022


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sejumlah anggota parlemen Rusia mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang melarang adanya diskusi tentang gaya hidup "childfree" atau tanpa anak.

RUU ini diajukan pekan ini. Pihak yang mengajukan mengatakan di Rusia muncul "nilai baru" yang mengancam masyarakat dan mengakibatkan krisis demografi.

Kata mereka, nilai-nilai tradisional seperti "keluarga dan keibuan" sedang diserang dan perlu dilindungi oleh negara.

"Penyangkalan terhadap nilai keluarga, proganda mengenai sesuatu yang disebut gaya hidup tanpa anak dan populerisasi hubungan seksual yang tidak biasa, sama berbahayanya dengan dorongan untuk bunuh diri, obat-obatan, ekstremisme, dan tindakan kriminal bagi perkembangan masyarakat Rusia," kata pihak yang mengajukan, dikutip dari The Times, (20/7/2022).

Badan statistik Rusia memperingatkan jumlah penduduk Rusia bisa berkurang hingga 12 juta dalam dua dasawarsa mendatang.

Peringatan ini sudah dikeluarkan sebelum dimulainya perang di Ukraina yang kini diduga telah menewaskan puluhan ribu tentara muda.

Baca: Kenakan Seragam Berlambang Unicorn, Kaum LGBTQ Ukraina Menuju Medan Tempur

Rusia berusaha mengatasi masalah demografi ini dengan menawarkan insentif bagi keluarga agar mereka bersedia memiliki lebih dari satu anak.

Selain itu, Rusia juga mempermudah warga asing mendapatkan kewarganegaraan Rusia.

RUU itu didukung oleh anggota majelis tinggi Rusia yang menolak gagasan hidup "tanpa anak".

"Di bawah topeng kebebasan dan pilihan, penolakan untuk memiliki keluarga dan anak sedang dipromosikan," kata Margarita Pavlova, senator di partai yang berkuasa.

RUU ini menjadi bagian dari upaya Rusia untuk melawan yang disebutnya sebagai "pengaruh jahat dari Barat" yang dipromosikan melalui media sosial dan film.

Baca: Putin Sebut Barat Tak Bisa Kucilkan Rusia dari Dunia, Sanksi Tak Mempan

Ketua Parlemen Rusia Vyacheslav Volodin mengatakan "upaya menerapkan nilai-nilai dari luar ke dalam masyarakat Rusia telah gagal".

Rusia baru-baru ini juga melarang Facebook serta Instagram karena dituding "ekstremis".

Sebelumnya, pada tahun 2013 Rusia telah mengeluarkan UU yang melarang diskusi tentang LGBT.

Hubungan sesama jenis bukan sesuatu yang ilegal di Rusia. Namun, pemerintah Rusia melarang adanya penggambaran yang positif tentang hubungan sesama jenis.

Aktivis mengatakan UU ini telah meningkatkan serangan dan diskriminasi terhadap warga negara yang memiliki hubungan sesama jenis.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan warga Rusia lainnya membawa foto anggota mereka, yang menjadi tentara Perang Dunia II, ketika mengikuti peringatan Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskwa, 9 Mei 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan warga Rusia lainnya membawa foto anggota mereka, yang menjadi tentara Perang Dunia II, ketika mengikuti peringatan Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskwa, 9 Mei 2022. (NATALIA KOLESNIKOVA / AFP)

Baca: Militer Inggris: 50.000 Tentara Rusia di Ukraina Telah Tewas atau Terluka

Sementara itu, mengenai RUU pelarangan diskusi gaya hidup tanpa anak, belum jelas hukuman bagi para pelanggar jika RUU itu benar-benar disahkan.

Nikolai Burlayev yang menulis RUU itu telah meminta dihapusnya kata-kata "tanpa anak", "LGBT", dan "gay".

Presiden Putin ingin mencitrakan Rusia sebagai negara yang memperkuat nilai-nilai Kristen.

Dalam konstitusi Rusia, perkawinan dinyatakan sebagai "bersatunya laki-laki dan perempuan".

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Rusia di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Malam 3 Yasinan

    Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor Indonesia
  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved